Kepala Dinas Cipta Karya Diperiksa Kejari, Terkait Kasus Korupsi

KARAWANG, KarawangNews.com – Kamis (23/4/2015) siang, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, Drs. Dedi Ahdiyat dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang atas dugaan korupsi pengadaan jasa konsultasi Detailed Enginering Design (DED) rehabilitasi atap gedung paripurna DPRD Karawang, Dedi diperiksa oleh tim penyidik Kejari selama 4 jam.

Pemeriksaan ini terkait kasus korupsi pembangunan Gedung Paripurna DPRD Karawang senilai Rp 6,8 milyar. Dedi Ahdiyat dicecar pertanyaan dan keterangan soal kasus itu oleh Kasipidsus Kejari Karawang, Sulvia Trihapsari.

Dedi Ahdiat datang memenuhi panggilan kejaksaan pukul 09.00 pagi. Dedi datang seorang diri dan langsung masuk ke ruang Kasipidsus. Setelah keluar sekitar pukul 12.00 WIB, kepada wartawan Dedi mengaku, dia tidak ambil pusing dengan kasus dugaan korupsi tersebut.

Dia juga membantah adanya anggaran ganda untuk proyek perbaikan atap gedung DPRD yang ambruk. Diakuinya, pembangunan gedung DPRD itu dilaksanakan tahun 2013 dan tidak selesai hingga tuntas, hanya 45 persen. Kemudian, pembangunan gedung itu kembali diteruskan di tahun 2014.

"Saat itu kepala dinasnya Yusuf Abdulgani, itu programnya kepala dinas lama, kalau saya hanya meneruskan program saja dan penganggaran itu bukan pada saat saya menjabat sebagai kepala dinas," tuturnya, santai.

Mantan Camat Batujaya dan Kota Baru ini juga membantah bila ada pembengkakan anggaran dan penganggaran kembali di tahun anggaran berikutnya untuk gedung itu.

Di tempat sama, Sulvia Trihapsari menjelaskan, pemeriksaan Dedi Ahdiyat merupakan lanjutan penyelidikan kasus dugaan korupsi DED rehabilitasi atap gedung paripurna DPRD Karawang.

"Dedi Ahdiat diperiksa untuk lanjutan kasus dugaan korupsi DED rehabilitasi atap gedung DPRD yang ambruk beberapa waktu lalu. Dari pengakuannya, yang memiliki program rehabilitasi tersebut adalah kepala dinas yang lama, ini yang akan diperiksa lebih lanjut lagi," kata Sulvia.

Pemanggilan Dedi Ahdiyat ini merupakan proses pemeriksaan pejabat Dinas Cipta Karya Karawang, setelah Kejari menahan pejabat Petugas Pelaporan Hasil Pekerjaan (PPHP) Dinas Cipta Karya Karawang, Tri Hermawan Tyo Putro, dia dituding telah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek perbaikan gedung paripurna DPRD pada tahun 2013 lalu.

Sehingga, Tri Hermawan ditahan dan dibawa ke Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kebon Waru Bandung, setelah diduga korupsi anggaran negara Rp 239 juta.

Menanggapi penahanan Tri Hermawan, Ketua Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Zico Extrada menyatakan, pihaknya tidak pilih-pilih dalam kasus dugaan korupsi ini, dia membantah anggapan Tri Hermawan hanya dijadikan tumbal oleh kejaksaan.

“Tidak benar itu, lihat saja perkembangan selanjutnya, ini baru awal penyidikan dan masih panjang. Hasil dari ahli belum selesai, nanti kami ungkap semua,” ujar Zico.

Saat ini, sambungnya, Kejari fokus melakukan pemeriksaaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan gedung DPRD, sebab pembangunan ini berada di bawah tanggungjawab Dinas Cipta Karya Karawang. (spn/oca/yun/nl)

foto: Yun.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -