Dinas Pendidikan Tindak Tegas Joki UN

KARAWANG, KarawangNews.com – Di hari kedua Ujian Nasional (UN) Kesetaraan Paket C, Selasa (14/4/2015), tercatat 26 orang joki dikeluarkan dari kelas. Ini diketahui dari kartu peserta UN yang tidak sesuai dengan identitas mereka, sehingga panitia pelaksana menindak tegas para joki itu.

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dadan Sugardan, melalui Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI), Amid Mulyana SE, sejumlah joki yang dikeluarkan itu terjaring dalam pemeriksaan kartu peserta ujian yang dicocokan dengan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebelum ujian dimulai.

Razia di jam ujian pertama ini menyebabkan ada beberapa sejumlah peserta yang tidak hadir di jam ujian kedua, ini dilihat dari jumlah peserta di kelas yang berkurang. Mereka disinyalir para joki yang takut tertangkap tangan oleh panitia, sehingga mereka tidak masuk lagi pada jam ujian kedua.

“Akan saya panggil PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) besok, apakah ini ada keterlibatan PKBM atau inisiatif para peserta ujian itu, sehingga menggunakan joki untuk mengikuti ujian,” kata dia.

Dijelaskan Amid Mulyana, sesuai dengan komitmen awal, dinas pendidikan tidak mentolerir perjokian, siapapun yang terlibat akan ditindak. Ini sudah dilakukan pihaknya dari beberapa peserta yang curang, mereka dicoret dari daftar pesertanya.

Selanjutnya dinas pendidikan akan memanggil PKBM yang terlibat dalam perjokian tersebut, untuk klarifikasi terkait terjadinya perjokian dalam ujian itu. Dia menyayangkan perjokian itu, sebab dinas pendidikan sudah memfasilitasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) UN tahun ajaran 2014-2015, bagi peserta yang mengalami kesulitan untuk mengikuti ujian utama akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan.

Kesempatan itu diberikan bagi peserta yang berhalangan karena sakit, tidak dapat ijin dari manajemen perusahaan tempatnya bekerja atau yang bekerja di luar kota.

Dengan kejadian ini, Amid prihatin di saat dinas pendidikan melakukan upaya pembenahan pengelola pendidikan non formal di Kabupaten Karawang, malah terjadi pelanggaran dalam pelaksaanaan ujian.

Kata dia, jauh sebelumnya dinas pendidikan sudah memperingatkan kepada seluruh PKBM yang menyelenggarakan ujian agar jangan sekali-kali bermain curang dalam ujian kesetaraan ini.

Diketahui, tahun pelajaran 2015-2016 ini peserta ujian Kesetaraan Paket C di Kabupaten Karawang sebanyak 1.888 orang. Pada kehadiran hari pertama tercatat 1.428 orang atau 76,3 persen, sedangkan yang tidak hadir sebanyak 456 orang atau 23,7 persen. Berdasarkan laporan dari pengelola PKBM, ketidakhadiran peserta mayoritas tidak mendapat ijin dari manajemen tempat dia bekerja.

Untuk menghindari kejadian ini terulang kembali, maka dinas pendidikan akan mengupayakan dispensasi yang dikirim langsung ke manajemen perusahaan oleh pengelola PKBM atau para penilik. Sebab saat ini, dispensasi hanya diberikan kepada peserta untuk disampaikan kepada manajemen perusahaan masing-masing. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -