Terbukti Korupsi, Pejabat Dinas Cipta Karya Ditahan Kejari

KARAWANG, KarawangNews.com - Kejaksaan Negeri Karawang menahan pejabat Dinas Cipta Karya Karawang, Tri Hermawan, tersangka kasus korupsi pembangunan gedung paripurna DPRD Karawang. Penahanan ini dilakukan setelah pejabat Petugas Pelaporan Hasil Pekerjaan PPHP ini ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kejaksaan 14 April 2015.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, alasan penahanan karena takut melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan untuk mempermudah proses pemeriksaan. Sedangkan kerugian negara setelah dihitung mencapai Rp 239 juta rupiah,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus, Sulvia Trihapsari, kepada wartawan Jumat (17/4/2015).

Menurut Sulvia, penyidik kejaksaan baru menetapkan seorang tersangka, karena belum selesai melakukan proses pemeriksaan. Kemudian, sejumlah saksi akan diperiksa kembali untuk mengembangkan dugaan korupsi proyek pembangunan gedung paripurna DPRD senilai Rp 6,8 miliar tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan akan ada sejumlah tersangka baru lagi, tetapi itu bergantung hasil pemeriksaan selanjutnya, yang pasti kita akan terus kejar hingga semua yang terlibat terjadinya korupsi dalam proyek ini harus bertanggung jawab,” ujar Sulivia.

TersangkaTri Hermawan bisa menjadi pembukan jalan bagi penyidik kejaksaan untuk menguak korupsi proyek pembangunan gedung paripurna. Selama pemeriksaan terkesan Tri Hermawan, yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Perencanaan Dinas Cipta Karya, tidak mau menerangkan kejadian sebenarnya. Bahkan selama proses pemeriksaan tersangka tidak mengakui ketika diperiksa penyidik kejaksaan.

“Tersangka tidak koperatif dengan penyidik, bahkan tidak pernah mengakui kesalahannya meski kita sudah menunjukan alat bukti,” terang Sulvia.

Kejaksaan Negeri Karawang mulai melakukan pemeriksaan setelah plafon gedung yang baru dibangun tahun 2013 lalu roboh untuk ketiga kalinya. Pada saat gedung itu pertama kali hingga kedua kalinya roboh pihak kejaksaan belum memberikan respon untuk melakukan pemeriksaan.

Pada kejadian ketiga ketika plafon gedung paripurna roboh lagi, pihak kejaksaan baru merespon dan melakukan pemeriksaan. Itu setelah sejumlah elemen masyarakat mengkritisi aparat kejaksaan yang dinilai tidak tanggap, padahal gedung kejaksaan dan DPRD berada di tempat yang saling berseberangan jalan.

Dengan ditetapkannya Tri Hermawan sebagai tersangka, menepis kesan selama ini kalau pejabat di lingkungan Dinas Cipta Karya sulit tersentuh hukum. Padahal kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat Karawang sudah berkali-kali dilaporkan ke kejaksaan. (spn/nl)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -