Ade Swara Divonis 6 Tahun, Nurlatifah 5 Tahun Penjara

KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang non aktif Ade Swara di vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 400 juta, sedangkan istrinya Nurlatifah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dalam sidang yang digelar Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (16/4/2015). Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) yang menuntut 8 tahun untuk Ade Swara dan 6 tahun penjara untuk istrinya.

Majelis hakim yang dipimpin Joko Irianto menyatkan, kedua terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, tentang penyuapan Jo Pasal  55 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Majelis hakim tindak sependapat dengan dakwaan jaksa yang menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 12 Huruf e tentang pemerasaan.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sadar menerima uang dari PT Tatar Kertabumi sebesar 424.342 dolar amerika atau setara Rp 5 milyar. Uang tersebut diberikan PT Tatar Kertabumi untuk menerbitkan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR) untuk pembangunan proyek super blok.

Majelis hakim menyebutkan, proses pemberian uang tersebut mencapai angka Rp 5 milyar setelah terjadi proses tawar menawar yang cukup panjang mulai dari Rp 600 juta, Rp 1 milyar hingga mencapai Rp 5 milyar.

Menurut majelis, pihak PT Tatar Karawang melalui Ruli mencoba bertemu bupati untuk menanyakan soal SPPR yang belum juga diterbitkan Pemkab Karawang. Padahal Bupati Ade Swara saat itu sudah mengeluarkan disposisi yang berisi agar dilakukan kajian lagi terkait rekayasa lalu lintas. Disposisi itu dilanjutkan Sekda Teddy Ruspendi kepada Bapeda agar di beritahukan kepada PT Tatar Karawang. Namun PT Tatar mengaku tidak menerima surat tersebut.

Dalam sidang pembacaan vonis sempat terjadi kegaduhan, saat majelis hakim membacakan amar putusan. Pengunjung sidang yang kebanyakan pendukung Ade swara menyangka terdakwa divonis bebas. Padahal hakim menyatakan terdakwa Ade Swara dibebaskan dari dakwaan pasal pemerasan.

Sementara itu Ade Swara yang menghadapi putusan hakim mengatakan, menghormati putusan majelis hakim, dia belum memutuskan langkah hukum selanjutnya karena masih pikir-pikir.

"Kita akan putuskan langkah hukum selanjutnya setelah ini, tunggu saja," kata Ade Swara, usai sidang. (spn/nla)

foto: net.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -