Ade Swara Dituntut 8 Tahun Penjara, Nurlatifah 7 Tahun

BANDUNG, KarawangNews.com - Terdakwa Bupati Karawang non aktif, Ade Swara dituntut Jaksa Penuntut Umum KPK  8 tahun penjara, dalam sidang di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Selasa (31/3/2015). Terdakwa pun dituntut membayar denda Rp 400 juta subsideir 4  bulan penjara.

Sedangkan istrinya, terdakwa Nurlatifah dituntut hukuman 7 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta dan subsideir 3 bulan kurungan. Selain itu, Ade Swara dan Nurlatifah dicabut hak politik untuk dipilih sebagai pejabat publik dan dicabut mendapat hak remisi.

Usai jaksa membacakan tuntutanya, sontak terdakwa Nurlatifah yang duduk di kursi pesakitan tiba-tiba mengacungkan tinjunya sambil teriak histeris "Allahu Akbar". Majelis hakim Djoko sempat memperingati terdakwa Nurlatifah agar tenang dan bisa mengendalilkan emosi.

Di hadapan Majelis Hakim Djoko Indiarto, jaksa menjelaskan, terdakwa Ade Swara dan isterinya  Nurlatifah bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ade Swara berharap majelis hakim untuk memutuskan seadil-adilnya, jangan mengabaikan fakta-fakta lain.

"Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT," ujar Ade saat ditemui wartawan usai sidang itu.

Menurutnya, selama persidangan banyak fakta-fakta yang diabaikan, seperti keterangan saksi yang diabaikan. Padahal, kesakian tersebut penting untuk memberikan informasi yang sebenarnya.

"Pembuktian yang berhubungan dengan aset yang saya kemukanan hampir seumuanya tidak diakui, keterangan saksi juga banyak yang diabaikan," ucap Ade.

Jaksa menyebutkan, pasangan suami istri tersebut telah terbukti secara sah bersalah melanggar UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 junto pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa mengatakan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintahan yang sedang gencar-gencarnya menegakkan pemberantasan korupsi. Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesali perbuatannya.

Diketahui, Ade Swara bersama istrinya, Nurlatifah, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Bandung, sejak Selasa, 2 Desember 2014.

Ade Swara dan Nurlatifah menjadi terdakwa atas kasus dugaan pemerasan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land, PT Tatar Kertabumi, sebesar Rp 5 miliar terkait dengan izin pembangunan mal di Karawang. Keduanya dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan di Karawang pada Kamis malam, 17 Juli 2014 lalu. (sumber: kompas, tempo)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -