Wakil DPRD Sesalkan Plt Bupati Lamban Tanggap Longsor Citarum

KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, Sri Rahayu Agustina mengatakan, akan segera memanggil Organisasi Kepala Daerah (OPD) terkait longsornya sepadan dan tanah pemukiman penduduk Kampung Babaton, Dusun Jatimulya, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur Karawang. Pasalnya, kondisi retakan tanah dan bangunan rumah pemukiman penduduk sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan ada belasan rumah yang sudah hancur dan tanah pun sudah mulai hilang tergerus longsor. Hal itu diungkapkan Sri Rahayu saat meninjau ke lokasi dan bertemu dengan warga setempat, Jumat (6/3/2015) siang.

“Melalui Koordinasi dengan Komisi C dan D, kami akan melakukan panggilan terhadap Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Sosial dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, termasuk camat dan kepala desa untuk mencari solusi terhadap bencana ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi bencana di wilayah tersebut sudah sangat parah, tentunya harus segera disikapi. Lambannya Pemda Karawang menjadi sorotannya, sebab Plt Bupati Cellica Nurrachadiana yang telah diberi informasi bencana tersebut, ternyata malah meminta melalui prosedur yang berbelit-belit.

“Saya heran, kenapa Plt Bupati tidak segera meninjau lokasi. Kalau memang karena sibuk, tentu Plt bisa menginstruksikan Dinas BMP untuk turun ke lokasi,” sesalnya.

Bagi Sri, kondisi pemukiman warga yang sudah parah, tentunya Pemda Karawang harus berpikir untuk mencari alternatif tempat untuk relokasi. Jangan sampai, karena keterlambatan penanganan bencana lalu berakibat semakin meluasnya pemukiman yang longsor.

“Ini terjadi karena pengerukan Citarum, tanahnya justru diangkut untuk timbunan. Jadinya, setiap hari terjadi penurunan 1-1,5 cm. Kalau sampai berbulan-bulan, nantinya entah berapa sertifikat lagi yang tidak ada tanahnya karena hilang digerus erosi,” terang wakil rakyat daerah pemilihan Karawang 1 ini.

Di tempat yang sama, Ketua LSM KPMP, Iwan Pitung yang mewakili lima aliansi LSM Karawang mengungkapkan apresiasinya terhadap Sri Rahayu. Pihaknya menyatakan, setelah pagi menginformasikan adanya bencana tersebut, di siang hari Sri Rahayu langsung meninjau lokasi bencana. Hal itu dikatakan sangat berbeda saat dirinya menemui Plt Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana bebrapa waktu lalu.

Dikatakan Iwan, Cellica telah ditunjukkan foto-foto kondisi rumah pemukiman penduduk. Harapan Iwan, Plt Bupati bisa segera merespon dengan sigap. Namun apa yang diharapkan menjadi kekesalan. Pasalnya, kata dia, dirinya justru diminta untuk membuat laporan tertulis kepada Pemda Karawang. Hal itu tentu membuatnya dongkol.

“Saya senang sekali, ibu Sri Rahayu langsung turun lokasi, padahal baru tadi pagi saya informasikan. Ini sama dengan Haji Marjuki. Begitu saya telepon, tak lama langsung datang ke lokasi member bantuan 150 sak semen dan 2 rit pasir,” ungkapnya.

Ditambahkan Iwan, kondisi kerusakan rumah yang awalnya hanya kurang dari sepuluh, sekarang sudah mencapai 19 rumah. Hal ini tentu sangat menjadikan ketidaknyamanan warga.

“Di dekat lokasi ini, banyak bangunan perumahan megah, tragisnya di sini dibiarkan tak ada penanganan,” terangnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, beberapa warga menyambut antusias kedatangan Wakil ketua I DPRD Karawang. Tampak beberapa warga yang lain melakukan perbaikan bangunan rumah dan lantainya yang berasal dari bantuan H Akhmad Marjuki (HAM).

Bahkan, ada sebuah rumah yang seharusnya sudah tidak layak dihuni karena sangat mengkhawatirkan keselamatan jiwa, karena kebutuhan tempat tinggal, tetap ditinggali oleh pemiliknya. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -