Truk Ditahan di RDB, Sopir Keluhkan Kerugian

KARAWANG, KarawangNews.com – Pasca ditahannya 35 truk bertonase besar yang kini diparkir di halaman Rumah Dinas Bupati (RDB) Karawang, sejumlah sopir truk tersebut mengaku mengalami kerugian besar akibat tidak bisa beroperasinya truk tersebut.

Sejumlah sopir truk tersebut mengaku, sejak truk mereka terjaring razia petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan dan Satpol PP di jalan Badami-Loji, Selasa (17/3/2015) malam, mereka mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Seperti dikatakan Solikin (40), sopir yang membawa batu kapur untuk dikirim ke PT Jui Shin, dia kehilangan penghasilan Rp 1,2 juta rupiah akibat tidak menyuplai barang ke PT Jui Shin selama dua hari ini.

“Dalam satu hari kami biasa mengirim dua rit batu kapur dan mendapatkan upah tiap satu rit Rp 300 ribu, dalam satu hari kami bisa mengirim dua rit, jadi bila dihitung dalam satu hari kami bisa mendapatkan upah sebesar Rp 600 ribu,” ungkapnya, Kamis (19/3/2015).

Meski upah tersebut terbilang besar, tetapi upah itu juga digunakannya untuk membayar pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Karawang.

“Di jalan banyak pungutan, setiap ada petugas Dishub pasti dimintai uang Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, belum lagi setiap masuk ke desa, ada juga pungutannya,” keluhnya.

Menurutnya, pungli tersebut diluar dari retribusi kendaraan besar, karena saat transaksi pungli, oknum tersebut tidak memberikannya karcis bukti pembayaran retribusi.

“Tidak ada, bahkan kalau uangnya kurang seribu rupiah pun pasti mobil sudah digedor oleh petugas tersebut,” paparnya.

Hal senada dikatakan Bayu (30), sopir truk lainnya, selain tidak bisa beroperasi dan kehilangan pendapatan, dia mengeluh karena ditelantarkan pemerintah dan perusahaannya.

“Kami di sini (selama truknya ditahan di RDB, red) tekor, makan dari uang sendiri yang seharusnya untuk keluarga, kami juga tidak bisa bertemu dengan keluarga, kami minta ketegasan, jangan dikatung-katung seperti ini,” keluhnya.

Sementara itu, pengurus armada truk dari CV. Mustika 88, Zizi mengaku, pihaknya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah tiap satu truk yang ditahan. Sebab, dalam Standar Operasi (SOP), truk tidak boleh menahan beban muatan dalam waktu satu hari penuh, itu bisa merusak komponen truk yang harganya cukup mahal.

Bahkan, beberapa truk sudah ada yang mengalami pecah ban dan ‘wheel spring’ atau suspensi daun sudah ada yang patah, karena terlalu lama menahan beban berat muatan truk yang mencapai 35 ton, selama truknya ditahan di RDB.

“Satu ban truk harganya berkisar tiga juta rupiah dan terdapat sepuluh ban dalam satu truk, dan untuk suspensi  per daunnya satu juta rupiah, dalam satu truk terdapat 66 daun wheel spring,” ujarnya.

Pantauan wartawan, Pemerintah Kabupaten Karawang juga dirugikan dengan diparkirnya kendaraan truk yang beratnya mencapai 60 ton tersebut di RDB, aspal jalan di halaman RDB sebagian sudah ada yang amblas hingga kedalaman 5-8 cm. (yz)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -