SMKN 1 Tirtajaya Ciptakan Motor Listrik Tanpa Di-Charge

KARAWANG, KarawangNews.com – Baru 4 tahun berdiri, SMKN 1 Tirtajaya sudah mampu menciptakan motor tenaga listrik. Beda dengan motor listrik lainnya, motor yang bakal diberi nama Motor Karawang (Mokar) ini tidak perlu di-charge, semakin sering digunakan secara otomatis motor ini nge-charge sendiri.

Dijelaskan Ketua Bengkel SMKN 1 Tirtajaya, Minim Suhartoto (68), ketika motor ini di-starter, arus baterai masuk ke mesin penggerak dan menggerakan roda belakang,  kemudian roda penggerak menggerakan alternator atau dinamo pengeluar arus, lalu arus yang dihasilkan dinamo ini masuk lagi ke baterai.

Siklus arus ini terus saling mengisi, sehingga tenaga listrik di motor ini tidak akan habis. Arus listrik motor ini menghasilkan 200 volt, sedangkan pemakaiannya hanya 50 volt untuk penggerak roda, masih ada sisa 150 volt yang kembali lagi ke baterai. Sehingga, pengguna motor ini tak perlu cemas kehabiskan tenaga listrik meski dalam menempuh perjalanan jauh.

Kata Minin Suhartoto, motor yang dia ciptakan bersama siswanya ini sangat aman dan nyaman, sebab kecepatan maksimalnya masih 50 km per jam, aman digunakan pelajar di jalan raya, juga sangat halus digunakan, karena tidak ada getaran seperti motor bermesin umumnya.

Biaya produksi motor ini ketika di bengkel sekolah menghabiskan Rp 14 juta per unit, sementara ini baru memproduksi dua unit. Body motor ini masih menggunakan motor Cina. Namun sayang, keunggulan motor ini masih ada kurangnya, Minin masih mencari desain agar motor ini tidak mati ketika mesinnya kena air hujan.

“Kalau banjirnya sejengkal masih bisa, asal jangan terendam, kita masih mendesain ulang agar mesinnya tidak mudah kena air,” ucapnya, Rabu (11/3/2015) saat memamerkan motornya ini di acara Karawang Development Expo II, di halaman parkir Pemda Karawang.

Diakui Minin, dia sudah lama ingin menciptakan motor ini di beberapa sekolah SMK lainnya, ketika dia menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut, tetapi baru di SMKN 1 Tirtajaya ini kreasinya itu dituangkan.

“Rp 14 juta ini biaya yang kita gunakan untuk bongkar pasang, Jika sudah jadi seperti ini, biaya produksi berikutnya bisa rendah. Ini ide lama, tetapi baru kepala sekolah ini memberi saya peluang untuk menciptakan motor listrik ini,” kata dia.

Kepala SMKN 1 Tirtajaya, Drs. Dedi Jubaedi MM, menjelaskan, pihaknya siap memproduksi masal motor ini setelah memiliki hak paten, investor lokal pun sudah siap, meski belum ada MoU. Dia mengaku bangga, SMKN yang baru berdiri 4 tahun berlokasi di daerah pesisir Karawang utara ini mampu membuat inovasi baru.

“Ini kelebihan SMK kita, siswanya sudah mampu menciptakan motor listrik tanpa harus diisi ulang, ini persembahan dari desa untuk Indonesia,” jelasnya.

Ketika melihat motor ini, Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Drs. Agus Supriatman menyatakan, pihaknya akan membantu proses hak paten motor kreasi siswa SMKN 1 Tirtajaya.

Diakui Cellica, dia apresiasi dengan model motor yang diciptakan pelajar SMKN 1 Tirtajaya. Ini bentuk terobosan baru yang akan digunakan sebagai motor masa depan yang ramah lingkungan. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
3 Comments

+ komentar + 3 komentar

7 September 2016 09.29

Jika tanpa cas saya siap beli 2M ,

7 September 2016 11.38

mungkin ada yang belum di ceritakan yaitu ada pedal buat "gowes" motor nya ...hehehe

7 September 2016 12.59

Ma na mu ng kin

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -