Seorang Presenter Harus Bisa Melawan Malu

KARAWANG, KarawangNews.com – “Sebelum tampil di hadapan banyak orang, kita harus berdamai dengan diri sendiri, kalau kita sudah menyerah dan menyatakan tidak bisa, maka kita pun tidak akan bisa melakukannya,” kata presenter televisi ngetop, Rahma Sarita saat memaparkan teknik jurnalis pada Pelatihan Broadcasting, di Saan Mustopa Center (SMC), Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Sabtu (21/3/2015) siang.

Di depan puluhan peserta pelatihan tersebut, mantan presenter Metro TV ini mengungkapkan, untuk bisa tampil di depan publik, seorang presenter dan reporter sebuah media berita harus menguasai ‘publik speaking’.

“Audiens akan memperhatikan Anda selama lima detik, selama ini audiens akan menentukan suka atau tidak suka kepada Anda, tiga puluh detik kemudian audiens akan memutuskan lanjut atau tidak mendengar pembicaraan atau berbicara langsung dengan Anda,” jelasnya.

Untuk fasih bicara di depan publik, presenter atau pembawa berita televisi harus mampu mengubah penampilan jadi menarik dan memperkaya kosa kata dengan banyak membaca dan mencontoh pidato-pidato kepala negara dan tokoh dunia.

“Komunikasi bukan hanya bahasa verbal saja, tetapi non verbal pun sangat menentukan, diantaranya penampilan. Kemampuan ‘publik speaking’ ini bukan status jabatan,  ini tidak bisa dipelajari, tetapi hasil pengamatan kita,” kata presenter Jak TV ini.

Dia bercerita, sejak sekolah SMA dia sangat malu jika berada di keramaian, apalagi bicara di depan publik. Bahkan, sejak dia masih kurang percaya diri dan malu-malu ketika pertama kerja sebagai presenter TVRI di Surabaya.

“Waktu di TVRI Jakarta pun saya sebenarnya masih malu (tampil, red), ketika saya di Metro TV, orang-orang hanya tahu saya sudah profesional, padahal prosesnya lama, saya pun geli ketika melihat rekaman pertama kali jadi presenter TVRI Surabaya, pokoknya sangat memalukan,” ujarnya.

Ketika siaran, sambung dia, memang yang harus diperangi adalah rasa malu, kalau kalah oleh malu sebelum tampil maka akan kalah duluan. Untuk mengalahkan rasa malu ini, jangan merasa lebih rendah, semakin tenang maka semakin pintar membawakan acara.

“Lawan rasa malu kita, karena malu ini dibentuk oleh diri sendiri, semakin dewasa seseorang akan semakin jadi pemalu, makanya rasa malu itu harus dihilangkan. Caranya dengan latihan, ambil kesempatan apapun semisal bicara sambutan, ini harus dibiasakan, usahakan kita tampil di event yang kecil, ketika salah pun malunya tidak seberapa,” jelasnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -