Peserta Broadcasting SMC Dilatih Teknik Kamera Jurnalis

KARAWANG, KarawangNews.com – Kameramen RCTI, Feri Santoro dan Kameraman MUI TV Muhammad Hendra memperkenalkan teknik pengambilan gambar kepada puluhan siswa peserta Pelatihan Broadcasting di kediaman anggota DPR RI, Saan Mustopa, di Kampung Malaka, Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Sabtu (21/3/2015).

Feri Santoro adalah kameramen RCTI yang pernah ditawan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 2003 lalu. Lulusan Sekolah Perhotelan ini mengaku tak sengaja menjadi kameramen TV swasta, bahkan di tugaskan di daerah konflik Aceh.

Sedangkan Muhammad Hendra merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Akuntansi, dia diterima di TV swasta, karena memiliki kelebihan mengambil gambar menggunakan kamera.

“Mengambil gambar berita menggunakan kamera tetap harus mengandung unsur 5W+1H, sehingga penonton akan mengetahui dimana kita mengambil gambar dan kronologis kejadian,” kata Hendra.

Sementara itu, Feri Santoso yang pernah kehilangan sahabat terbaiknya di tengah peperangan GAM dan TNI di Aceh ini bercerita pengalamannya ketika bertugas di Aceh. Bagi dia, profesi jurnalis memang sangat berat tantangannya, terutama mereka yang bertugas di daerah konflik.

“Dalam pengambilan gambar, kita harus tetap tenang meski berada di wilayah peperangan. Memang rasa takut itu ada, sangat takut, tetapi ini adalah tugas kita sebagai pencari berita,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Feri dan Hendra memperlihatkan dan mempraktekan cara mengoperasikan kamera seharga Rp 70 juta milik Hendra. Di pelatihan ini, Feri dan Hendra menyatakan, pengambilan gambar bisa dilakukan oleh pelajar melalui kamera ponselnya, gambar itu bisa dikirim ke televise sebagai reportase citizen jurnalis, tentunya dengan teknik pengambilan gambar yang bagus. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -