Himka Bandung Raya Mengundang Balon Bupati Dialog Politik

KARAWANG, KarawangNews.com – Jumat (27/3/2015), Himpunan Mahasiwa Karawang (Himka) Bandung Raya menggelar dialog politik bertema ‘Meneropong Karawang Masa Depan, Memilih Cerdas Untuk Kesejahteraan Rakyat Karawang’, dialog ini diikuti empat bakal calon (balon) bupati, yiatu Ahmad Jimmy Zamakhsyari, Deden Darmansah, Daday Hudaya dan Nace Permana, sedangkan bakal calon dr. Cellica Nurrachadiana dan H. Marjuki tidak hadir pada dialog politik ini.

Dijelaskan, pengrurus Himka Bandung Raya, Muhammad Diro Masbang, dialog ini bukan ajang kompetisi dan kampanye, tetapi memberi solusi membangun untuk perubahan dan kesejahteraan masyarakat Karawang.

“Ini olah misi dan misi, untuk membeberkan solusi perbaikan Kabupaten Karawang,” kata dia.

Pada kesempatan bicara, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Darmansah menjelaskan, akan membentuk pemerintahan kecamatan sebagai miniatur pemeritahan kabupaten, kebutuhan pelayanan harus ditanggapi pihak kecamatan dengan mensiagakan kendaraan ambulan, pemadam kebakaran dan pusat pengaduan, ini diprioritaskan bagi masyarakat yang kurang mampu, yang butuh penanganan segera di jam malam.

"Karena tak sedikit warga yang mendadak sakit di malam hari dan butuh pertolongan, sehingga pelayanan di semua kecamatan harus optimal selama 24 jam," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Karawang Ahmad Jimmy Zamakhsyari menyatakan, keberhasilan bupati yang tidak terorganisir, akan kalah dengan penjahat yang terorganisir. Dengan begitu, jangan pernah berharap kekuatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di politik. Selain itu, yang harus dilaksanakan bupati adalah mendata infrastruktur tiap desa.

“Cerdaslah dalam menentukan pilihan, Karawang butuh pemimpin yang berpengalaman,” kata dia.

Hal senada tak jauh beda diungkapkan mantan anggota DPR RI, Daday Hudaya, tetapi pengusaha sukses ini lebih menekankan agar petani Karawang studi banding ke Negara Thailand, jangan hanya insinyurnya yang ke sana. Sebab negara tersebut mampu memproduksi 12 ton per hektar.

“Ketika saya bincang-bincang dengan petani Thailand, ternyata mereka belajar dari Indonesia, tetapi ironis, Indonesia malah tidak mampu memproduksi padi 12 ton per hektar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Lodaya Karawang, Nace Permana menyatakan, untuk membentuk pemerintahan yang kuat, kepala dinas jangan ditunjuk bupati, tetapi dilelang. Calon kepala dinas itu diminta untuk mempresentasikan gagasan membangun Karawang.

“Sehingga tidak asal pilih, mereka yang duduk sebagai kepala dina adalah orang-orang yang punya wawasan di bidangnya,” kata Nace.

Pada dialog terbuka ini, keempat bakal calon bupati saling menguatkan argumen, meski pada dasarnya konsep yang mereka paparkan tak jauh beda, berupaya mensejahterakan masyarakat yang bakal mereka pimpin, jika diantara mereka terpilih menjadi bupati. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -