Belum Ada Keseriusan Pemerintah Tangani Abrasi

KARAWANG, KarawangNews.com – Warga di Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya membuat turap pencegah abrasi sepanjang 50 meter dengan dana swadaya. Padahal, penanganan abrasi sering dijanjikan bupati, gubernur, menteri dan anggota DPR RI, tetapi hingga kini tak pernah terealisasi. Lagi-lagi, warga setempat yang harus membangun sendiri penahan abrasi tersebut.

“Pemerintah punya rasa malu tidak sih, masyarakat Cemarajaya sudah gotong-royong membuat turap dengan batu, bambu dan karung pasir sepanjang 50 meter. Harusnya ini tugas pemerintah, karena sudah janji akan membangun penahan abrasi, tetapi itu hanya janji doang, tidak pernah terealisasi,” kata Humas FKKPMP (Forum Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) Kabupayen Karawang, Wanu Suki, Jumat (6/3/2015) siang.

Diakuinya, biaya itu merupakan bantuan dari pengusaha tambak di desa ini, bernama Kimcai, sedangkan tenaganya selalu dikerjakan masyarakat setempat. Sudah bertahun-tahun pengusaha tambak ini yang selalu mengeluarkan dana untuk membuat penahan abrasi dari karung pasir dan bambu, agar pemukiman di sepanjang pantai desa ini selamat dari gerusan abrasi yang kini semakin parah.

Kata Wanu Suki, gelombang pasang laut di Desa Cemarajaya sudah memutuskan jalan raya, termasuk menggerus sejumlah rumah penduduk setempat. Sehingga, rumah mereka kini bergeser ke pemakaman umum, sebab tidak mampu beli tanah. Jika air pasang laut tinggi, warga tidak bisa keluar rumah dan terisolasi, sebab terkepung banjir laut, ombaknya pun besar.

"Plt Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana janjinya doang mau sidak ke Dusun Pisangan, tapi sampai sekarang tidak pernah datang," katanya, sambil menunjukan pesan singkat dari Cellica di ponselnya. (spn)


Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -