Podomoro Industrial Park Karawang Siap Dibangun

KARAWANG, KarawangNews.com – Kawasan industri bertaraf internasional, Podomoro Industrial Park (PIP) akan dibangun di Kabupaten Karawang oleh PT Agung Podomoro Land Tbk. PIP akan dibangun diatas lahan 325 Ha milik PT Sumber Air Mas Pratama dan 217 Ha milik PT Alam Makmur Indah. Rencananya kawasan industri itu akan dibangun usai musim hujan di awal tahun 2015 ini.

Dijelaskan Chief Executive Officer (CEO) Podomoro Industrial Park, Johannes Archiadi, pihaknya sedang mempersiapkan pembangunan PIP sekaligus mengurus seluruh perizinan yang diperlukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kawasan industry ini untuk memenuhi kebutuhan investor, khususnya di bidang otomotif, elektronika, termasuk food and beverage,” jelasnya, saat jumpa pers di Resto Sindang Reret, Senin (16/2/2015).

Perusahaan developer papan atas yang punya moto ‘you dream in, we make it’ ini membutuhkan 100 karyawan untuk 1 Ha lahan industri di kawasan tersebut. Untuk itu, kawasan industry merupakan agen pembangunan ekonomi yang strategis, karena dengan meningkatkanya investasi di bidang manufaktur akan menimbulkan ‘effect multiplier’ di industri pendukung maupun jasa-jasa pendukung industri manufaktur.

Tentu saja, kata Johannes Archiadi, aktivitas ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor dan penghasilan masyarakat yang mengakibatkan meningkatnya penerimaan pajak pusat dan daerah. Pembangunan yang akan dilaksanakan tentu selaras dengan kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat Karawang yang menjadi bagian dari pembangunan kawasan industri ini.

“Pembangunan ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat Karawang, seperti penyerapan ribuan tenaga kerja yang bekerja di PIP dan setelah beroperasinya pabrik-pabrik di kawasan PIP,” ujarnya.

Diakuinya, dia sangat memahami dinamika perkembangan industri yang memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, khususnya teknologi baru. Ini berdasar pengalaman pribadi Johannes yang sudah mengelola kawasan industri selama 25 tahun. Dia pun pernah menjabat Ketua Kehormatan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2004-2008 lalu.

Untuk itu, pihakya dan berbagai instansi terkait akan menyiapkan sarana pelatihan bagi karyawan, agar pekerja ini dapat dididik untuk lebih siap menerima tantangan investor, juga menjadi lebih produktif dan dengan sendirinya akan meningktkan kesejahteraan karyawan. Dengan demikian, pihaknya dapat menciptakan iklim ketenaga kerjaan yang lebih kondusif di PIP.

“Kami ingin PIP menjadi ‘eco friendly industrial park’, yaitu kawasan industry berwawasan ramah lingkungan. Untuk itu, kami akan menerapkan pengelolaan limbah dengan teknologi paling mutakhir,” jelasnya.

Selain itu, kualitas jalan, pasokan air, pasokan listrik dan keamanan PIP harus bagus. Bentuk bangunan pabrik juga harus menarik. Dengan pengalaman Agung Podomoro sebagai developer proyek prestisius di berbagai daerah, Johannes yakin konsep ini akan dapat direalisasikan. PIP juga akan melaksanakan kebijakan ‘one stop service solution’, agar investor mudah dan nyaman melakukan usahanya.

PIP juga akan menguruskan ijin-ijin yang diperlukan oleh investor untuk mendirikan pabriknya, mulai mendirikan perusahaan, NPWP, pengurusan ijin investasi di BKPM, ijin usaha, ijin tenaga kerja asing, rekrutmen tenaga lokal, pelatihan termasuk importasi dan angkutan jasa. Tak hanya itu, PIP juga akan membangun fasilitas penunjang, seperti pemukiman untuk expatriate, gedung perkantoran untuk jasa klinik, restoran, jasa perbankan dan jasa pendukung industri, seperti travel biro dan angkutan perusahaan.

“Bagi kami, investor sama seperti perusahaan kami sendiri, kesuksesan investor adalah kesuksesan kami juga,” kata Johannes, menyatakan ingin membangun Karawang dengan melibatkan masyarakatnya. (rls/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -