Dadang S Muchtar: Zamanku Calon Kades Dikarantina 3 Hari

KARAWANG, KarawangNews.com - Mantan Bupati Karawang yang saat ini duduk di Komisi II DPR RI, Dadang S. Muchtar mengatakan, saat dia menjabat bupati dahulu, semua calon kepala desa dikarantina selama tiga hari sebelum pencoblosan, alat komunikasi pun disita, ini supaya para calon kades tidak melakukan 'money politik' jelang pemilihan.

"Zamanku calon kepala desa dikarantina tiga hari di Al Jihad, mereka yang ditemani istrinya dan siapapun tidak boleh menemuinya. Sengaja saya lakukan itu supaya tidak ada 'serangan fajar' bagi-bagi duit kepada warga," jelasnya, saat monitor Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) dalam agenda resesnya ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Telukjambe Timur, juga dalam Minggu (22/2/2015) siang.

Jika para calon kades dikarantina, sambungnya, tidak akan ada yang bisa mengatur bagi-bagi uang dukungan kepada warga dan selama dikarantina  semua calon kades itu dibekali kepemimpinan, manajemen keuangan desa dan membangun desa ke arah yang lebih baik.

"Ngeri jika melihat Pilkades sekarang, satu rumah sampai ada yang dapat Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dari satu calon kepala desa, sehingga berapa miliar yang dikeluaran oleh satu calon kepala desa untuk bisa dipilih warga," kata dia.

Dia menyebutkan, meski satu calon kepala desa membagikan uang Rp 20 ribu kepada warga, calon kepala desa ini tetap mengeluarkan biaya besar untuk merebut kursi kepala desa, sehingga akan sulit bagi kepala desa ini untuk bekerja, sebab dia akan berupaya mengembalikan uang yang sudah dikeluarkannya selama kampanye.

"Jika desa yang berada di kawasan industri tentunya akan mendapat pemasukan besar kepada desa, tetapi bagaiman dengan desa-desa terpencil, penghasilannya dari mana," ucapnya.

Pada monitoring ini Dadang S. Muchtar mendatangi TPS di Desa Wanasari yang memiliki jumlah hak suara sebanyak 3.688 orang, kemudian ke TPS Desa Wanasari yang memiliki jumlah hak pilih 7.244 orang, keduanya di Kecamatan Telukjambe Timur. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar  ini didampingi anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi Partai Golkar, juga pengurus DPD Partai Golkar Karawang.

Di tempat sama, Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Subakir mengatakan, pihaknya tidak menemukan 'serangan fajar' dari calon kepala desa. Meski begitu, dia tidak menampik jika hal itu masih ada, yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh para tim sukses calon kepala desa.

"Kita terus pantau proses Pilkades ini dan yang penting semua berjalan tertib dan kondusif," ujarnya, saat mendampingi Dadang S. Muchtar. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -