Wartawan Lampung Ditembak, Wartawan Karawang Unjuk Rasa

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan jurnalis Kabupaten Karawang melakukan aksi solidaritas untuk mengecam peristiwa penembakan pemimpin redaksi (Pemred) salah satu media yang berada di Lampung, Jumat (30/1/2015) sore di halaman DPRD Karawang.

Aksi yang dilakukan sejumlah buruh tinta dari berbagai media secara bergantian melakukan orasi. Para jurnalis ini menuntut peristiwa penembakan wartawan di Lampung tidak terjadi di Kabupaten Karawang.

“Kami minta komisi D yang membidangi Pers meminta penegak hukum melindungi jurnalis Karawang. Kejadian penembakan di Lampung  jangan terjadi di Kabupaten Karawang," tegas Ketua Jurnalis Muda Karawang, Rosman Ochim Alazis.

Ketua Komisi D DPRD, Pendi Anwar yang menanggapi aksi solidaritas jurnalis mengaku prihatin atas peristiwa yang menewaskab wartawan di Lampung. Menurutnya, Pers ialah suatu mitra pemerintah dalam bekerja, apabila ada suatu kesalahan maka nara sumber bisa mengajukan hak jawab, sesuai Undang-undang Pers, bukan menembak dan membunuh Pers.

“Kami atas nama lembaga DPRD merasa prihatin dengan kejadian penembakan itu," ucapnya.

Dia juga meminta penegak hukum dalam hal ini kepolisian supaya melindungi jurnalis, ketika para kuli tinta ini tengah menyoroti korupsi di kalangan pemerintahan.

“Komisi D meminta pihak kepolisian supaya melindungi jurnalis. Apalagi jurnalis itu sedang fokus membongkar dugaan korupsi, sehingga perlu ada pengawasan dari penegak hukum,” pungkasnya.

Diketahui, tiga orang tak dikenal menembak mati wartawan tabloid Fokus Lampung Beni Faizal (42) pukul 20.15 WIB Minggu (25/1/2015) malam. Peluru mengenai ketiak kiri bagian bawah hingga menembus punggung kanan. Akibatnya, bapak dua anak itu tewas di tempat.

Peristiwa di halaman rumah korban di Jalan Pulau Raya III No. 46, Perumahan Waykandis, Tanjungseneng, itu berlangsung cepat. Tiga tersangka melarikan diri begitu korban roboh bersimbah darah. Mereka tambah panik mendengar jerit anak perempuan korban Echa (6).

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian,  korban melihat gerak-gerik tiga orang mencurigakan di depan rumahnya lewat CCTV (closed circuit television). Dia pun bergegas keluar sambil membawa tombak panjang dari dalam rumah.

Mengetahui ada orang yang memergokinya, salah seorang tersangka menghadang korban dan langsung melepas tembakan. Peluru diperkirakan menembus hingga diperkirakan melukai jantung jurnalis itu. Seketika, Beni roboh dan mengembuskan nafas terakhir.

Berdasarkan keterangan rekan korban, mereka mengenal korban paling santer memberitakan kasus korupsi. Dugaan sementara, pembunuhan ini disebabkan berita-berita yang ditulis korban. (oca/berbagai sumber)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -