Sekolah Wajib Lanjutkan Kurtilas

KARAWANG, KarawangNews.com - Berdasarkan surat edaran terbaru dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 233/C/KR/2015  pada tanggal 19 januari 2015, sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013 selama satu semester kembali menggunakan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Drs. Dawan Kusnadi, Senin (26/1/2015). Kemendikbud telah menetapkan sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester dapat melanjutkan Kurikulum 2013 sebagai sekolah uji coba yang kemudian bisa dijadikan sekolah rintisan diseluruh kabupaten kota.

“Dengan adanya ketetapan tersebut berarti sekolah yang telah menjadi pilot project penerapan kurikulum tahun 2013 maka wajib melanjutkan kurikulum tersebut,” ujarnya.

Sedangkan, sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester ditetapkan untuk kembali menggunakan Kurikulurn Tahun 2006. Pengaturan implementasi kurikulum akan diintegrasikan dengan system Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang secara regular di-update oleh sekolah.

“Sekolah yang telah menjadi pilot project penerapan kurikulum pada tahun 2013, wajib melanjutkan kurikulum tahun 2013,” ujarnya.

Keputusan itu dibuat agar Kemendikbud bersama dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dapat berkonsentrasi melaksanakan pembinaan terhadap sekolah yang telah menjadi pilot project Kurikulum 2013, supaya sekolah tersebut dapat berfungsi sebagai sekolah inti atau sekolah rujukan yang dipersiapkan untuk membina satuan pendidikan di wilayah masing.

Walaupun demikian, semua program kurikulum tetap mengacu pada surat Keputusan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor atau Permendikbud 160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

“Dinas Pendidikan tetap mempunyai tanggung jawab sesuai kewengan untuk melakukan pembinaan bagi sekolah yang kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006,” jelasnya.

Dawan menjelaskan, sekolah-sekolah yang telah menjadi pilot project penerapan kurikulum baru pada tahun 2013 khususnya tingkat SD ada 13 Sekolah, sedangkan SMP ada 5 Sekolah.

Menyikapi dampak dari penerapan dua kurikulum yang akan menimbulkan deskriminasi pada dunia pendidikan di Karawang, tidak ada dampak dan signifikan, karena Program KTSP telah diterapkan oleh lembaga pendidikan sejak tahun 2006 sampai tahun 2013, sedangkan Kurtilas baru diterapkan 3 semester meski ada sekolah yang ingin menggunakan kurikulum kurtilas tidak ada dampak atau permasalahan secara prinsip.

“Dampaknya hanya dari segi sarana dan prasarana sedangkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasti berjalan lancar, karena guru-guru yang ada di Karawang telah mengikuti pelatihan maupun diklat program kurtilas,” katanya.

Masih kata dawan, untuk saat ini sekolah-sekolah yang siap melaksanakan dan menerapkan kurikulum telah mengusulkan angket yang di buat oleh pihak sekolah, kemudian hasilnya akan ditetapkan oleh  Kemendikbud berdasarkan verifikasi dari Badan Akreditasi Pendidikan Nasional.

“Sebelumnya sekolah-sekolah yang hendak menerapkan Kurtilas telah memberikan angket hasil penilaian dari sekolah. Hasil verifikasi akan ditentukan oleh BAN,” imbuhnya. (cam)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -