Perekrutan PTT Bakal Sarat Suap

Warga Menulis
Oleh: Andri Kurniawan
Aktivis Karawang

Kamis (8/1/2015)

Untuk memiliki pekerjaan tetap di jaman sekarang ini memang semakin sulit, terlebih untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau untuk menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) sekali pun untuk di lingkungan pemerintah daerah tidaklah mudah, karena begitu kompetitifnya antar peserta. Namun,  sering kali dijadikan bancakan kepentingan bagi pihak pihak tertentu, entah kepentingan secara financial maupun hal lainnya.

Untuk perihal Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang paling banyak diminati adalah di bidang kesehatan atau tenaga medis bidan. Setiap ada momentum penerimaan bidan PTT, begitu banyak peminat dari kalangan tenaga medis bidan yang mengikuti test bidan PTT. Seperti yang pernah diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Karawang baru-baru ini, pihak eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang harus melakukan kontrol secara intensif pada saat seleksi untuk penerimaan bidan PTT di Karawang.

Saya sendiri sebelumnya sempat mendengar langsung kabar dari beberapa bidan PTT yang mengaku melalui jalur pintas untuk dapat masuk menjadi bidan PTT, yang lebih mengagetkan lagi, budget yang harus dikeluarkan untuk bisa menjadi bidan PTT harus mengeluarkan puluhan juta rupiah. 

Tentu hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh pihak eksekutif Pemkab Karawang, bila perlu bentuk tim monitoring gabungan antara pihak eksekutif Pemkab Karawang, DPRD Karawang, kalangan akademisi dan pihak ekternal lainnya, karena jika tidak seperti itu, sistem percaloan dalam perekrutan bidan PTT atau tenaga PTT bidang lainnya akan tetap terjadi, kasihan untuk yang memiliki kompetensi, tetapi tidak mempunyai uang.

Saya yakin Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bisa bertindak objektif dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan daerah, karena saya melihat dan menilai Plt Bupati Karawang dalam beberapa persoalan selalu bertindak tegas dan mudah-mudahan hal demikian dapat terus ditingkatkan oleh Plt Bupati Karawang, karena Karawang saat ini memang membutuhkan pemimpin yang tegas dan berani bertindak, bukan pimpinan daerah yang 'ngoyo' dapat dikendalikan apalagi mudah diintervensi pihak manapun.

Semoga saja dalam momentum perekrutan PTT di bidang apa pun ke depannya, khususnya tenaga medis bidan, tidak terjadi lagi transaksional atau wani piro. Saya sendiri dengan beberapa kalangan aktivis lainnya akan membentuk tim khusus untuk melakukan monitoring dalam perekrutan bidan PTT, jika kami menemukan hal demikian dengan disertakan bukti bukti permulaan yang cukup, maka kami tidak hanya meminta pihak Pemkab Karawang untuk menindak tegas, tapi kami akan menindak lanjuti sampai ke ranah hukum, karena hal demikian sudah termasuk bentuk gratifikasi atau suap.

Kami tidak akan tebang pilih, entah itu dari kalangan oknum eksekutif Pemkab Karawang, oknum anggota legislatif DPRD Karawang maupun pihak lainnya, agar dapat memberikan efek jera terhadap oknum calo dari kalangan mana pun. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -