Kurtilas SD di Karawang Dipaksakan

KARAWANG, KarawangNews.com - Kurikulum 2013 (Kurtilas) sekolah dasar di Karawang terkesan dipaksakan, sebab sarana di sekolah dasar yang mengaku sanggup melaksanakan Kurtilas ternyata masih minim.

Demikian kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I, Kamis (22/1/2015) siang di ruang kerjanya. Meski indikatornya sekolah itu terakreditasi A, tetapi belum tentu diikuti oleh kemampuan gurunya.

"Hasil pantauan kita ke beberapa sekolah dasar, Kurtilas sekolah dasar ini terkesan dipaksakan, sebab saya lihat sekolah belum mampu melengkapi alat peraga, gurunya pun banyak yang tidak punya komputer," jelasnya.

Kata dia, jika Kurtilas sekolah dasar harus dilaksanakan, maka prosesnya bertahap seiring pergantian tahun, dimulai dari kelas 1 sekarang kemudian terus dilakukan pada kelas 2 tahun berikutnya. Sehingga Kurtilas bisa dilaksanakan bertahap kelas 1 hingga kelas 6, selama 6 tahun.

"Kurtilas bisa dilaksanakan jika gurunya sudah kompeten dan kebutuhan sarananya sudah dibeli. Dalam tahapan Kurtilas, ada metode evaluasi sekolah. Jadi, bagaimana menjalankan evaluasi jika sekolah tidak punya alat penunjang," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dusdikpora) Karawang, Drs. Agus Supriatman menyatakan, semua jenjang pendidikan di Karawang sudah siap melaksanakan Kurtilas dengan melakukan evaluasi kepada sekolah-sekolah yang dianggap siap melaksanakan Kurtilas.

Hal senada juga pernah diungkapkan Sekretaris Kelompok Kerja Guru (KKG) Karawang, Sambas, sekolah dasar sudah siap melaksanakan Kurtilas, hanya butuh pendamping dari Disdikpora agar Kurtilas bisa benar-benar diterapkan.

"Kita sudah siap melaksanakan Kurtilas, tetapi kita butuh pendampingan dari penilik sekolah," ujarnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -