Kejaksaan Panggil Pejabat Dinas Cipta Karya

KARAWANG, KarawangNews.com - Kejaksaan Negeri Karawang mulai melakukan pemanggilan sejumlah pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Cipta Karya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung paripurna. Sebab, proyek gedung senilai Rp 6,4 miliar itu diketahui roboh atap internitnya sebanyak 3 kali.

"Sudah empat orang kita periksa dari ULP, selanjutnya kita akan periksa yang lainnya, mereka yang terkait dengan proyek pembangunan tersebut, " kata Kasipidsus Kejari Karawang, Sulvia Trihapsari  kepada wartawan, Kamis (22/1/2015).

Menurut Sulvia, pihaknya sudah menelaah terkait dugaan korupsi ini dan sudah masuk ranah penyelidikan. Sehingga, pihaknya sudah mulai melakukan pemanggilan kepada pihak yang terkait soal ini. Namun begitu, Sulvia belum bisa menyimpulkan perbuatan pidana korupsinya, karena masih dalam proses pemeriksaan.

"Terlalu dini, karena ini masih dalam proses mencari pelanggarannya," kata Sulvia.

Ambruknya langit-langit gedung paripurna DPRD belum lama ini terjadi tanpa ada angin dan hujan, atap gedung dari plafon itu ambruk pada sore hari. Dengan kejadian ini, terindikasikan proyek gedung yang menalan APBD Rp 6 miliar hanya asal pasang saja, padahal gedung baru itu usianya belum setahun. Bahkan ketika hujan turun, lantai tiga gedung tersebut mengalami kebocoran.

Ambruk plafon gedung paripurna ini disaksikan secara kasat mata oleh Ketua Komisi C DPRD Karawang, Natala Sumedha, pada waktu kejadian politisi PDI Perjuangan ini tengah berdekatan dengan gedung.

"Saya kaget, tidak ada angin dan hujan tiba-tiba plafon atap paripurna ambruk," ucap Natala, beberapa waktu lalu kepada wartawan. (*/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -