Honor Telat, Mapenda Karawang Diteror

KARAWANG, KarawangNews.com - Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Karawang. H. Sopian menjelaskan, honor guru madrasah yang telat dua bulan di tahun 2014 hingga awal tahun 2015 ini bukan kelalaian pihaknya, tetapi akibat kebijakan pemerintah pusat.

"Saya juga guru dan berpihak pada guru. Keterlambatan ini akibat kebijakan pusat, malah saya dengar di tahun 2015 ini banyak anggaran kena saving," jelasnya, Senin (19/1/2015).

Dia menyesalkan akibat keterlambatan anggaran bagi guru honorer ini banyak teror melalui telepon dan pesan singkat yang ditujukan langsung Mapeda (Madrasah dan Pendidikan Agama), mereka menuduh pihaknya berbuat dzolim.

"Kalau mendzolimi harusnya ketika ada uang tapi tidak diproses, tetapi ini pengajuannya sudah, justru uangnya belum ada," ungkapnya.

Diakuinya, dia butuh hingga Rp 6 miliar untuk membayar sebanyak 821 honorer tahun 2014 dan pihaknya masih menunggu APBN Perubahan. Jumlah itu bertambah di tahun 2015, guru yang sudah bersertifikasi menjadi 1.074 orang, termasuk 137 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dibayar oleh Seksi Madrasah. (spn)

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()