Dinas Pendidikan Harus Serius Kelola CSR Perusahaan

KARAWANG, KarawangNews.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Karawang diminta berinisiatif dan progresif melakukan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sebab, keberadaan ribuan perusahaan di Karawang belum mampu memberikan implikasi positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Kota Pangkal Perjuangan.

Terlebih, Disdikpora terkesan enggan untuk melakukan desakan dan inisiatif kepada perusahaan untuk mengajukan desain pengelolaan dana tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu keprihatinan Himpunan Mahasiswa Karawang se- Bandung Raya yang disampaikan oleh Sekretaris Majelis Konsultasi dan Pertimbangan, Ade Sopyan, Selasa (27/1/2015).

“Banyaknya perusahaan di Karawang tentunya harus berdampak positif pada pembangunan Karawang, khususnya bidang pendidikan, karena salah satu kewajiban perusahaan adalah memberikan dana CSR sebagaimana dalam UU NO. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Tentu hal tersebut harus ditangkap oleh Pemda Karawang dan salah satunya Disdikpora,” ungkapnya.

Menurut Ade, keprihatinannya ini berasalan. Mengingat, dengan pesatnya kemajuan industri di Karawang, tetapi pada kenyataannya kualitas pendidikan di daerah lumbung padi ini masih jauh di bawah rata-rata, padahal potensi sumber anggaran sangat tinggi.

Bisa dibayangkan, kata dia, dari sekian banyak perusahaan yang ada di Karawang apabila menyalurkan anggaran CSR-nya untuk pendidikan di Karawang, pastilah sangat elok. Tentu tidak ada lagi berita bangunan sekolah rusak, gedung ambruk maupun anak putus sekolah.

Terlebih lagi, kata Ade, pada tahun 2015 ini, Karawang harus mampu melakukan pembenahan untuk kesiapan Sumber Daya Manusia. Pasalnya, di tahun ini pula, SDM Karawang dan nasional harus berkompetisi pada ruang persaingan ASEAN Economi Community atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sehingga, kata dia, jangan sampai masyarakat karawang tertinggal terlalu jauh dan kalah bersaing dengan SDM negara  lain.

“Nah, disinilah, pembangunan SDM ini harus disinergikan dengan pembangunan kualitas pendidikannya. Salah satu upaya pendorongnya, tentu adalah dengan melakukan penyerapan dan mengalokasikan dana CSR secara transparan,professional,akuntabel dan tepat sasaran," terang dia.

Harapannya, Pemda melalui Disdikpora harus segera melakukan desakan kepada pihak perusahaan untuk menggalan dan mengelola dana CSR berikut skema pendistribusiannya untuk peningkatan kualitas pendidikan di Karawang.

“Mengenai kurangnya pemahaman pihak sekolah tentang tata cara mendapatkan bantuan CSR dari perusahaan, harusnya Disdikpora Karawang bisa mensosialisasikan lagi teknis dan prosedur untuk mendapatkan bantuan CSR. Kalau tidak ada yang paham prosedurnya berarti sosialisasi yang dilakukan dinas pendidikan tidak efektif," pungkasnya. (mus)

Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -