Dedi Mulyadi Diancam Penjara Seumur Hidup

*26 Reka Adegan Membunuh Istrinya

KARAWANG, KarawangNnews.com - Reka ulang tindak pidana kasus pembunuhan  terhadap seorang wanita yang tewas di jerat suaminya sendiri, digelar Polsek Kotabaru di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kampung Daringo, RT 03/04, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Senin (26/1/2015).

Diketahui, korban tewas bernama Siti Habibah (19) yang dikabarkan tewas gantung diri oleh suaminya, Dedi Mulyadi (20) alias Kipli, ternyata Habibah meninggal bukan karena gantung diri melainkan dibunuh oleh suaminya sendiri.

Aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku tersebut, dilakukan saat Habibah (korban, red) tidur dan diikatkan seutas tali ke leher Habibah hingga Habibah meninggal dunia. Aksi tersebut dilakukannya sekitar pukul 03.00 Wib, Senin (29/12/2014) lalu.

Hasil reka ulang memperlihatkan, saat tersangka Dedi Mulyadi (20), suami korban, menghabisi nyawa korban lantaran kesal terhadap kelakuan korban yang terus menerus mengungkit-ungkit perselingkuhan pelaku dengan rekan korban tersebut.

Kapolsek Kotabaru, IPDA Sabar Santoso S.Sos mengatakan, adegan reka ulang kejadian pembunuhan dilakukan guna melengkapi berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Karawang, serta mengetahui kronologis pembunuhan secara jelas yang dilakukan tersangka di TKP.

“Total rekonstruksi sebanyak 26 adegan, dilakukan tim reserse Polsek Kotabaru dan dibantu tim Identifikasi (Inafis) Polres Karawang,” kata Kapolsek Kotabaru, IPDA Sabar Santoso S.Sos kepada KarawangNews.com di TKP.

Dikatakannya, adegan dimulai sejak pelaku merencanakan pembunuhan saat terlibat cekcok pertengkaran rumah tangga yang diakibatkan pelaku ketahuan berselingkuh dengan rekan satu kerja korban di pabrik tempat korban bekerja yang berselingkuh dengan Aini (20) asal warga Kecamatan Cilamaya Wetan.

“Pada Senin dinihari lalu, sepulangnya pelaku dengan korban usai menonton televisi di tetangganya, menurut pengakuan pelaku, korban ini terus memarahi pelaku hingga terjadi pertengkaran hebat pada tengah malam itu,” ungkapnya.

Sementara itu dikatakan pelaku Dedi Mulyadi (20) yang juga berstatus sebagai suami korban menuturkan, dalam reka adegannya di TKP, ia mengaku terpikir untuk melakukan aksi kejamnya itu akibat perbuatan korban yang tidak disenanginya.

“Sekitar pukul 02.00 WIB, saya menyuruh istri saya untuk membuatkan mie rebus, ketika mie rebus itu diantar ke kamar, istri saya menaruh mangkuk mie rebus sambil berkata, bisa na teh nitah wae lain jieun ku sorangan (bisanya nyuruh saja bukannya buat sendiri, red), nah disitu saya semakin kesal terhadap istri saya,” jelas pelaku sambil mencontohkan adegan dihadapan pengacaranya serta ke dua jaksa dari Kejaksaan Negeri Karawang.

Kemudian, lanjut pelaku melakukan adegan pembunuhan terhadap istrinya, mie rebus yang sempat dibuat oleh korban langsung ditumpahkan ke lantai dan menyuruh korban untuk tidur.

“Setelah itu, sekitar pukul 03.00 WIB, saya yang tidak bisa tidur langsung melihat istri saya lalu saya pergi ke ruang tamu untuk mengambil tali tambang dan masuk lagi ke kamar,” ungkapnya.

Sambil memegang tali tambang, pelaku yang sempat duduk lama di dekat korban, mengaku sempat berpikir dua kali untuk melakukan aksinya itu. Pelaku yang tidak lama setelah itu langsung menduduki tubuh korban sambil membangunkan korban, pelaku mengaku langsung menjerat leher korban hingga tewas.

“Sempat ada perlawanan juga dari istri saya, tetapi karena posisi saya menduduki tubuh istri saya, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Nah habis menjerat istri saya sampai tewas, saya duduk lagi lalu pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur dan saya memotong tali tambang itu untuk dibagi dua, yang satunya diikatkan di atap dapur dan satunya lagi saya ikatkan di leher korban,” bebernya.

Pelaku yang kehilangan akal sehatnya hingga berbuat kejam membunuh istrinya tersebut mengaku,  untuk menghilangkan jejak perbuatannya itu, langsung berteriak meminta tolong kepada sanak saudaranya dan tetangga dekatnya.

“Saya dengar teriakan minta tolong dari rumah keponakan saya. Awal datang ke lokasi bersama warga lainnya, melihat keponakan saya menangis dan bilang kalau istrinya itu nekad menggantungkan tubuhnya sendiri di dapur,” terang bibi pelaku, Tiah (55).

Namun sayang, aksi pelaku ini terbongkar lantaran pihak keluarga korban yang berdatangan pada pagi hari itu, mendapatkan kejanggalan atas kematian korban yang dituturkan pelaku bahwa korban tewas gantung diri.

Pantauan KarawangNews.com di lokasi, proses 26 adegan reka ulang tersebut sempat menyedot perhatian masyarakat setempat yang ingin mengetahui kronologis kejadian pembunuhan yang mengemparkan masyarakat setempat.

Terlihat, sejumlah anggota Polsek Kotabaru yang dibantu petugas Lingkungan Masyarakat (Linmas) desa setempat, kewalahan menghalau warga yang berusaha melihat dari dekat proses rekonstruksi, kendati garis polisi terpasang, warga terus berdatangan dan mendekati TKP rekontruksi ulang yang dilakukan di kamar rumah korban serta pelaku itu.

Saat pelaku digiring masuk hingga usai proses reka ulang, warga yang berkerumun terus meneriaki pelaku hingga akhirnya petugas memasukan pelaku kedalam mobil untuk diamankan kembali ke Mapolres Karawang.

Rekontruksi ulang tersebut juga, selain disaksikan petugas Polsek Kotabaru yang dipimpin Kapolsek Kotabaru, IPDA Sabar Santoso S.Sos dan warga, juga disaksikan langsung oleh pengacara pelaku, Budi Santoso SH dan 2 jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Karawang di TKP.

Akibat perbuatannya, dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal  338 jo 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan pasal 44 ayat 3 UU Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga hingga mengakibatkan jiwa seseorang melayang dengan ancaman hukuman seumur hidup. (gus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -