Calon Bupati Harus Berpikir Matang Membangun Karawang

Warga Menulis
Oleh: H. Mahar Kurnia, SE
Pengamat Sosial

Rabu (7/1/2015)

Makin dekatnya Pemilukada Kabupaten Karawang untuk Pemilihan Bupati Periode Tahun 2015-2020 membawa kesan yang beragam dari Kalangan masyarakat Karawang. Saat ini semakin banyak orang yang berambisi mencalonkan diri menjadi bupati. Artinya, posisi ini sangat menarik untuk diperebutkan, entah apa motivasi para bakal calon bupati hari ini.

Jabatan adalah sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat, kita sangat antusias dan menyambut baik para calon bupati baik dari profesional, pengusaha, politisi maupun kelompok massa. Hanya saja saya mengingatkan kepada rekan-rekan yang akan maju di Pilkada nanti agar benar-benar berniat baik dan mau mengabdi pada masyarakat.

Sebab, Karawang masyarakatnya maoritas muslim, kita bisa belajar dari sahabat Nabi Umar bin Khatab R.A saat dipilih menjadi khalifah pengganti Abu Bakkar Assidiq, beliau menagis dan mengucap Innalilahi, itu bukti bahwa umar menyadari jabatan itu berat pertanggung jawabannya. Berpikirlah yang matang dan kuatkan niat agar tidak terkesan adu ambisi semata.

Ada 11 skala prioritas yang haus dilaksanakan bupati mendatang, pertama reformasi birokrasi itu harga mati, karena walaupun bupati yang terpilih nantinya adalah Superman atau Batman, jika birokrasi yang hari ini berjalan di pemerintah daerah tidak diperbaiki, maka tetap saja pembenahan dan perubahan tidak akan dirasakan oleh masyarakat.

Pelayanan saat ini jauh dari harapan dan masih kalah dibanding perusahaan-perusahaan swasta yang mengedepankan pelayanan. Pelayanan pemerintah terkesan lama dan tidak ramah kepada masyarakat,  itu realita di lapangan, belum lagi praktek suap, korupsi dan pungli yang hari ini masih banyak terjadi. 

Jika perlu, jabatan-jabatan kepala dinas dan strategis lainnya menggunakan sistem lelang dengan minta para ahli, seperti dari Unsika, Universitas Padjajaran atau Universitas Indonesia untuk diminta masukannya.

Kedua, pembenahan tata kota yang sangat darurat harus dilakukan, karena dari hal ini rakyat akan melihat langsung kinerja bupati yang realistis. Coba lihat hari ini, lahan hijau, kemacetan dan semerawutnya pedagang kaki lima menambah deretan panjang muka buram Karawang secara tatanan kota, maka perlu upaya bupati yang baru secara dinamis dan humanis agar dalam pelaksanaan tata kota dapat diterima utuh oleh seluruh komponen masyarakat. Jangan salahkan anak-anak muda yang kebut-kebutan di jalan raya dan menjadi genk motor, jika lahan bermain saja tidak ada, bahkan lapangan bermain sangat sulit ditemukan saat ini.

Ketiga, kasus kerusakan lingkungan yang semakin meresahkan di Karawang Selatan harus ditangani, juga banjir yang sering disebabkan Sungai Citarum yang belum menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama masih banyaknya perusahaan-perusahan nakal membuang limbah sembarangan.

Keempat, sinergitas pembangunan ekonomi industri harus berdasarkan kesejahteraan masyarakat Karawang, karena yang terjadi hari ini industri seakan tidak menunjukan tanggung jawab yang maksimal kepada masyarakat Karawang, padahal mereka berdomisili di Karawang, malah dana CSR diberikan keluar Karawang. Masalah lain diantaranya masih banyak masyarakat Karawang usia produktif yang  susah cari kerja di daerah sendiri, padahal jumlah pabrik banyak.

Kelima, kesejahteraan petani yang masih jauh dari harapan perlu pengendalian khusus dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Pupuk langka dan hasil panen yang sering gagal harus menjadi komitment kuat pemerintah daerah untuk bisa membuktikan keberpihakan kepada petani. Selain itu, pemerintah harus mempertahankan luas sawah yang tersisa akibat pertumbuhan pemukiman dan industri. Juga harus dipikirkan generasi petani Karawang kedepan yang melek teknologi.

Keenam, yang harus dibenahi bupati adalah ketenagakerjaan. Dari data dinas pendidikan, rata-rata lulusan sekolah menengah umum dan kejuruan sekitar 17.000 per tahun, mereka langsung cari kerja setelah lulus sekolah, tetapi tak sedikit dari mereka yang melakukan tindakan kriminal akibat tidak mendapat pekerjaan.

Harusnya mereka bisa diarahkan dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan, sesuai Perda No. 1 Tahun 2011 sebagai perab aktif pemerintah membekali lulusab sekolah dengan berbagai keterampilan. Diantaranya pelatihan swasembada ternak dan sayur mayur, juga keterampilan lainnya yang bisa mengangkat ekonomi sesuai program prioritas pemerintah.

Ketujuh, peran ulama dan kiyai dalam pembangunan, sebab ini tokoh agama itu nyaris tak pernah dilibatkan dalam pembangunan Karawang. Semisal membantu pondok pesantren yang harus disisipkan program-program pemerintah. Saya pikir, para ulama ini mau berkontribusi pikiran dan tenaga untuk pembangunan Karawang, asalkan mereka pun disokong kebutuhan untuk pesantrennya, karena para santri dan kyai adalah potensi besar untuk mendukung pembangunan ini.

Kedelapan adalah penegakan hukum yang dirasa perlu ditingkatkan di Karawang, hukum seakan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Saya penah nangani anak yatim dipukulin oknum aparat yang tidak digubris laporannya dan banyak lagi kasus-kasus di Karawang yang harus menjadi perhatian pula bupati kedepan, termasuk pengawasan pemerintah dalam penggunaan dana bansos dan aspirasi yang dirasa masih banyak temuan yang tidak tepat sasaran.

Kesembilan, perlu pembenahan transportasi publik yang nyaman dan aman bagi masyarakat, diantaranya angkutan umum yang sekarang sudah tidak layak jalan. Angkutan umum pun harus kembali diatur jalur trayeknya. Juga bantuan pemerintah kepada para sopir angkutan umum semisal bantuan suku cadang kendaraan, atau subsidi suku cadang. Parahnya, saat ini banyak angkutan karyawan didatangkan dari luar Karawang, maka pajak kendaraan itu tidak akan masuk ke kas daerah Karawang.

Kesepuluh, tak bisa dipungkiri di Karawang jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sangat banyak, tetapi fungsi mereka masih belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Karawang, maka perlu upaya pembinaan dan pendampingan khusus pada organisasi masyarakat ini. Harusnya pemerintah memberi kepercayaan agar mereka punya karya positif dan menghasilkan kerja nyata bagi masyarakat. Sebab, saat ini LSM masih identik dengan rebutan lahan parkir dan rebutan limbah ekonomis.

Kesebelas, sarana infrastruktur yang masih jauh dari harapan, yakni kualitas jalan dan masih banyak jalan-jalan di desa yang belum tersentuh pembangunan. Itu semua bisa dilaksnakan dengan keseimbangan pendapatan daerah yang dioptimalkan melalui usaha-usaha pemerintah dari program-program kewirausahaan, untuk memberantas praktik pungli dan pelayanan birokrasi yang sesuai dengan harapan masyarakat, dengan tetap fokus mensejahterakan masyarakat Karawang secara umum, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan.

Jadi, bupati kedepan harus siap mengabdi pada rakyat, kita doakan bersama-sama bupati Karawang kedepan yang amanah dan mampu mensejahterakan masyarakat karawang. Bukan sekedar mencari kekuasaan yang memperkaya dirinya sendiri atau golongan, karena pemimpin demikian akan dilaknat Allah. Berpikirlah yang matang untuk siap maju menjadi calon bupati. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -