Berani Makan Pedas di Raja Pedas?

KARAWANG, KarawangNews.com - Apakah Anda tergolong suka dengan masakan bercitarasa pedas? Jika iya, Warung Raja Pedas milik Agus Priyanto yang terletak di Jalan Raya Perumnas Telukjambe Blok Y no 6 Karawang dapat menjadi alternatif pilihan. Di warung ini, Anda akan disuguhi beragam kuliner berbahan baku mie dengan cita rasa pedas yang menggelegar.

Tempat yang nyaman dengan konsep resto ini akan membuat Anda semakin bergairah menyantap kuliner dari Raja Pedas. Ada mie ayam eXPe (Ekstra Pedas) + baso urat, mie ayam eXPe + baso daging, dan mie ramen eXPe. Adapula pilihan menu lain yang tak kalah nikmat seperti baso janda, ayam setan, baso urat, baso daging, ayam penyet, sop buntut, iga sapi, juga ikan bakar.

Agar lebih menantang, Raja Pedas menawarkan tingkatan pedas mulai dari level 1 hingga level 10. Semakin tinggi levelnya maka rasa yang disajikan akan semakin pedas. Level ini akan membuktikan sejauh mana cita rasa Anda terhadap rasa pedas.

“Warung kami ini memiliki rasa pedas yang sangat nikmat tanpa mengurangi rasa asli dari makanan. Agar lebih percaya, Anda bisa mencobanya dengan mencicipi sajian kuliner dari kami,” ujar Agus, Rabu (7/1/2015).

Puas mencicipi hidangan super pedas dari Raja Pedas, sempatkan pula untuk mencicipi menu minuman yang tak kalah nikmatnya. Selain ada es teh manis dan es jeruk, Raja Pedas juga siap menyajikan menu es teller, es campur, es sop buah dan juga beragam es jus.

Harga yang ditawarkan di warung ini pun terbilang murah, yaitu berkisar dari Rp 8.000 hingga yang termahal Rp 16.000. Untuk level 6 – 10, Raja Pedas menambahkan biaya sebesar Rp 1.000, sedangkan level 1 – 5 masih harga yang tertera di menu.

“Warung kami memberikan harga kaki lima tapi kualitas bintang lima,” imbuhnya.

Menurut Agus, meski baru buka sekitar setahun yang lalu, antusiasme masyarakat Karawang terhadap kulinernya cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya.
Sedikitnya, untuk bakso dalam sehari bisa habis sekitar 200 porsi, sedangkan mie ayam bakso sehari bisa lebih dari 250 porsi.

Antusiasme masyarakat ini juga membuat dirinya berencana melebarkan sayap dengan membuka warung bamboo, yang rencananya akan berada di depan Universitas Singaperbangsa Karawang. Dari dua warung ini, Agus menargetkan omset Rp 1 milyar perbulannya.

Selain itu, kedepannya Agus juga akan mengkonsep warungnya menjadi tradisional food and resto. Dimana nantinya Agus akan menyajikan menu-menu tradisionaldi antaranya seperti empal gentong, soto juga ayam.

“ Tapi akan kita buat ekslusive dengan cirri khas kita sendiri,” pungkasnya.

Dalam pembuatan sambal yang pedasnya parah ini, Akbar mengatakan kalau cabe yang digunakannya didatangkan dari luar daerah.

“Cabe merah keriting dari Jawa Tengah sedangkan cabe rawit dari, Tasikmalaya, Jawa Barat. Biasa saya menghabiskan 30 hingga 50 kg untuk stock 3-5 hari,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kalau cabe rawit Tasik itu ukurannya lebih kecil dan pendek, tapi gemuk dan bijinya banyak, Satu buah cabe rawit Tasik rasanya setara dengan 5-10 cabe rawit biasa.

Di warung ini, Akbar juga memberikan kesempatan berkompetisi bagi para petualang pedas untuk mendapatkan gelar Master of Hot (MH), karena mampu menikmati masakan pedas sampai level tertinggi yakni level 10.

“Jika belum berani menikmati level 10, asalkan pengunjung mampu menikmati makanan level di atas 6 dan habis, para staf akan mengambil foto pengunjung dan memajangnya di wall of fame yang sudah di desain cantik dengan thermometer berlevel dan bertuliskan How Hot Are You,” tutur pria asal Palembang ini.

Bila pengunjung sudah dapat melewati level 10, masih ada lagi tingkat kepedasan bagi pecinta masakan pedas, yakni level 11-15 yang diberi nama level “jahanam”.

Hingga sekarang menurutnya pengunjung yang sudah mencoba menu pedas di level 10 baru 50 orang, sisanya dominan di level 5.

“Saya sendiri baru bisa makan santai sampai level 5, kalau level 7 hanya sanggup 4 sendok,” ungkapnya.
Datang ke warung ini tidak perlu khawatir mengenai harga, karena harga yang ditawarkan relatif murah mulai dari Rp7.500 hingga Rp27.000.

“Harganya murah karena yang kita jual disini minuman, makan satu menu minumnya bisa 10 kali. Bahkan pernah saking murahnya ada pengunjung yang membayar Rp50,000 tidak meminta kembalian,” ujar Akbar sambil tertawa.

Harga yang ditawarkan di warung yang buka pukul 11.00-23.00 ini menurutnya harga yang pas bagi kantong mahasiswa dan masyarakat menengah ke bawah. (gih)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -