Argumen di Politik Itu Wajar

Warga Menulis
Oleh: Andri Kurniawan
Pengamat Politik

Senin (19/1/2015)

Adanya reaksi keras dari para kader Partai Golongan Karya (Golkar) Karawang atas statement mantan Wakil Bupati Karawang yang juga pernah menjadi pengurus Partai Golkar sendiri dan saat ini menjadi Ketua Palang Merah (PMI) Karawang yakni Eli Amalia Priatna, menurut saya merupakan suatu kewajaran, karena secara militansi kepartaian, kader partai politik manapun pasti akan reaktif ketika ada statement dari pihak lain yang seolah meragukan figur kader partai yang seolah tidak akan ada yang mampu untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015 mendatang.

Sebagai kader Partai, apa lagi mereka kader muda di partai, nilai idealisme dan militansinya terhadap partai sudah dengan pasti masih sangat kuat. Begitu pun dengan ibu Eli, suatu hal yang sangat wajar ketika beliau memberikan pandangan dan penilaian seperti itu dan beliau berkapasitas sebagai orang tua dan sesepuh Karawang. Saya yakin tujuan beliau pun baik untuk memberikan koreksi dan motivasi terhadap kader muda Partai Golkar agar lebih kompetitif dalam mengikuti Pilbub 2015 mendatang.

Sebagai tokoh senior yang juga sesepuh Karawang,  pastinya ibu Eli menginginkan yang terbaik untuk Partai Golkar dan untuk Karawang yang lebih baik, seperti yang semua ketahui, pada saat Karawang dipimpin oleh kedua kader Partai Golkar, yakni pasangan Dadang Sobandi Muchtar dan Eli Amalia Priatna dapat menjadikan Karawang yang berprestasi, walau pun pada masa kepemimpinan mereka berdua potensi APBD Karawang hanya di bawah Rp 1 triliun, kalau tidak salah waktu itu hanya sekita Rp 600 milyar, tetapi mereka mampu memberikan pelayanan yang baik serta optimal terhadap masyarakat Karawang dari aspek pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat.

Terkait persoalan yang seolah terlihat memanas tersebut, menurut saya suatu hal yang sangat wajar, karena tahun ini adalah tahun politiknya Karawang. Untuk itu,saya meminta kepada semua pihak agar sama-sama bisa menjaga kestabilan emosi, agar setiap persoalan dapat disikapi dengan pikiran yang dingin. Saya yakin, dalam hal ini hanya terjadi 'miss' komunikasi saja antara kader Partai Golkar dengan tokoh senior Partai Golkar dan saya sangat yakin, jika kedua belah pihak bertemu semuanya akan baik baik saja.

Namun begitu, ini lah politik, jika tidak terjadi seperti ini maka suasana politik Karawang menjelang Pemilihan Bupati Karawang tidak akan berwarna, hal seperti ini yang menjadi warna dalam setiap perhelatan politik. Saya pun mempunyai keyakinan, persoalan ini tidak akan menjadi konflik berkepanjangan, karena mereka adalah kader-kader partai yang cerdas, apa lagi kedua belah pihak sama-sama mempunyai hubungan emosional terhadap Partai Golkar dan sama-sama mempunyai tujuan untuk membesarkan partai.

Jadi, apa pun permasalahan yang terjadi pasti dapat diselesaikan dengan baik dan dengan cara-cara yang cerdas. Dinamika bahkan konflik merupakan sesuatu hal yang lumrah dalam politik. Harapan saya untuk kedua belah pihak agar dapat duduk bersama, agar semuanya dapat terklarifikasi dan tidak menimbulkan asumsi, spekulasi serta penafsiran yang negatif, karena secara psikologis dan kaca mata politik, ketika ibu Eli mengeluarkan statement seperti itu akan dipandang dan ditafsirkan lain secara politis, dimana salah satu bagian dari keluarga ibu Eli sudah ada yang menyatakan diri akan maju sebagai salah satu kandidat calon Bupati Karawang, yakin pak Daday Hudaya.

Walau pun saya secara pribadi meyakini, bahwa tujuan dan motifasi ibu Eli mengeluarkan statement seperti itu bukan bertujuan picik seperti itu. Seperti yang saya katakan tadi, beliau hanya memberikan koreksi serta motifasi agar kader muda Partai Golkar bisa lebih kompetitif dalam mengikuti kompetisi politik 5 tahunan mendatang. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -