2015 Tahun Kebangkitan Kaum Tani Karawang

Warga Menulis
Oleh: Engkos Koswara
Serikat Petani Karawang (Sepetak)

Selasa (6/1/2015)

Salam Tani Motekar,  di desa Mulyasejati kecamatan Ciampel, sekitar 40 tahun lalu ratusan petani diusir dari tanahnya oleh Perum Perhutani. Pada masa yang sama di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan ratusan hektar tanah milik petani juga dirampas oleh Perum Perhutani.

Masa-masa itu boleh dikatakan masa perampokan tanah petani oleh perusahaan, karena di masa-masa itu petani di Desa Wanasari, Wanakerta dan Margamulya mengalami nasib serupa dengan petani di Mulyasejati dan Medalsari.

Bersamaan dengan berjalannya waktu, para petani di desa-desa tersebut terus melancarkan perlawanan baik secara terbuka maupun terselubung.

Perlawanan-perlawanan petani sepanjang waktu selalu mendapat respon yang keras dari perusahaan. Di Medalsari, seorang petani harus mendekam di balik jeruji besi. di Wanasari, Wanakerta dan Margamulya, beberapa petani harus berurusan dengan kepolisian karena di kriminalisasi oleh perusahaan.

Bahkan kekerasan terhadap petani di tiga desa ini sangat sering terjadi sepanjang konflik, sampai pengusiran petani yang dilakukan oleh APL melalui aparat negara (brimob) atas permintaan Pengadilan Negeri Karawang pada 24 Juli 2014 lalu, sehingga tanah petani diduduki oleh APL.

Baru-baru ini, terjadi perlawanan petani di desa Wanajaya kecamatan Telukjambe Barat atas perusahaan bernama PT Pertiwi Lestari yang telah menyeret 7 orang petani masuk penjara.

Sampai pengujung hari tahun 2014, tak ada kebijakan agraria diterapkan pemerintah kabupaten Karawang di bawah rejim Cellica Nurrachadiana saat ini. Pemerintah justru terkesan menutup mata atas segala derita yang dialami oleh rakyatnya sendiri.

Dengan demikian, tahun 2014 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu tahun kegelapan bagi kaum tani di Karawang.

Namun demikian, api perlawanan  justru kian membara. Ini menandakan bahwa tahun 2015 akan menjadi tahun kebangkitan kaum tani Karawang untuk menuju kemenangan Reforma Agraria.
Selamat tinggal tahun kekalahan, selamat datang tahun kebangkitan. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -