Terima Kasih Bunda, Jasamu Sepanjang Masa

Warga Menulis
Oleh: Hj. Maryanah.M.Pd
Staf Jaringan Lembaga Wanita DPD Partai Keadilan Sejahtera
Minggu (21/12/2014)


Kasih ibu kepada beta..tak terhingga sepanjang masa...

Semua orang pasti ingat dengan lagu ini apapun kita sekarang ini tetap akan selalu merasa terkenang dan merasakan makna yang dalam terhadap lagu ini. Yah..ketika  kita melantunkan lagu ini pasti kita akan membayangkan sosok seorang ibu yang telah melahirkan kita dan membesarkan kita hingga seperti sekarang ini. Sosok seorang ibu tidak akan pernah hilang dari pandangan dan kehidupan seorang anak senakal apapun kita pasti akan selalu mengingat sosok yang abadi tak kan tergantikan.

Bicara tentang ibu, pastinya setiap kita punya gambaran yang berbeda-beda tentang sosok seorang ibu. Setiap kita punya banyak kenangan dan juga kisah perjalanan bagaimana sosok ibu menjadi sangat penting dalam diri seorang anak. Paling tidak setiap kita pasti punya pengalaman yang special dengan sosok yang bernama ibu, yah…betapa tidak selama sembilan bulan kita berada dalam rahim beliau dengan nyamannya dan tanpa melakukan banyak hal, tapi tetap mendapat banyak kasih sayang dan perhatian.

Kemanapun mereka pergi tidak ada keinginan sedikitpun bagi mereka untuk meletakkan kita atau menjauhkan kita darinya, bahkan semakin di lindunginya kita. Setelah waktunya untuk melahirkan seorang ibu akan berusaha semampunya menahan sakit yang sangat untuk bisa melahirkan kita kedunia ini dengan selamat, bahkan ada sebagian ibu yang merelakan nyawanya demi kita agar bisa lahir ke dunia ini.

Kesakitan yang dirasakan menjelang kelahiran tiba-tiba akan hilang dengan sendirinya ketika ibu mulai melihat sosok mungil wajah kita, seorang anak yang apapun kondisinya membuat semua rasa sakit yang dideritanya hilang berganti senyum bahagia dan pengharapan yang besar akan keselamatan dan kesehatannya.

Seketika airmata kesakitan berubah menjadi tangis bahagia karena kita lahir ke dunia dan memberikan harapan kepadanya. Setiap anak yang lahir dari rahim seorang ibu selalu saja memberikan semangat dan spirit khusus bagi seorang ibu untuk mampu bertahan dan menanggalkan semua kesakitan dan penderitaan yang ada. Semua berubah seketika menjadi obat mujarab yang menyembuhkan penat dan rasa sakit yang teramat saat persalinan.

Semua, seketika menjadi dunia yang baru penuh dengan doa dan harapan kelak agar anak yang lahir ini bisa menjadi sosok yang menghiburnya dikala duka dan menjadi penyejuk mata dengan segala tingkah pola kita. Sosok kecil kita menjadi kebahagiaan sendiri bagi orangtua dan sekelilingnya, tidak ada yang tidak mencintai sosok mungil anak kecil yang dengan kepolosannya bertingkah pola dan mengumbar senyum kepada siapapun, membuat kita yang melihatnya ingin sekali mencium dan memeluknya penuh cinta dan sayang, tak pelak sebagian orang mengatakan barang siapa yang mengira bahwa mencium anak-anak akan mengurangi wibawa ayah maka hendaknya ia membaca hadits.

Dari Abu Hurairah radhiyallah'anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Hasan bin Ali sedang di sisi beliau terdapat Al-Aqra' bin Habis At-Tamimi sedang duduk. Maka Al-Aqra' berkata, "Saya memiliki sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka". Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepadanya kemudian bersabda, "Barangsiapa tidak mengasihi, niscaya dia tidak akan dikasihi". Begitu yang dicontohkan Rasulullah.

Bicara tentang kasih dan sayang setiap wanita yang pernah mengandung dan melahirkan pastilah punya banyak rasa kasih dan sayang, hata berapa kalipun dia mengandung dan melahirkan anak, cinta dan kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habis-habisnya, karena jalinan rasa yang tertanam kuat saat di dalam Rahim.

Untuk siapapun dan seperti apapun anak yang dilahirkannya seorang ibu memiliki banyak ruang hati bagi anak-anaknya, kasih dan sayangnya begitu tulus dan tak terbagi untuk setiap anak-anaknya, karena mereka punya ruang khusus di hati seorang ibu, karenanya kenapa kita diperintahkan untuk berbakti kepada mereka, karena berbakti kepada ibu dan bapak adalah perintah utama, maka hukumnya jelas, berbaktinya seorang anak kepada orangtuanya adalah hak yang Allah berikan kepada ibu dan bapaknya.

Jadi, manakala ada seorang anak yang tidak berbakti kepada ibu bapaknya, maka baginya adalah dosa besar, meskipun alasan tidak berbaktinya itu karena dalam rangka taat kepada Allah Ta’ala. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu.” (An-Nisa [4]: 36).

Pada ayat yang lain juga Allah Ta’alategaskan. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (Al-Isra` [17]: 23).Bahkan kasih sayang seorang Ibu tidak akan pernah terbalaskan oleh kita walaupun kita berusaha untuk membalasnya .

Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu  pernahbertanya kepada Rasulullah tentang perbuatan apa yang paling disenangi oleh Allah. Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua ibu bapak.” Lalu dia bertanya kembali, “Kemudian apalagi ya Rasulullah.” Beliau menjawab, “Berjuang di jalan Allah.” Artinya, siapa berbakti kepada orangtuanya dengan sebaik-baiknya jelas surga ada di hadapannya.

Betapa tidak? Lihatlah, hadits ini menunjukkan berbakti kepada orangtua lebih utama nilainya daripada jihad fii sabilillah, berjihad berperang di jalan Allah.Sementara kita tahu, jihad fii sabilillahadalah jalan pintas menuju surga-Nya. Maka tentu saja berbakti kepada orangtua akan mendapat balasan surga yang lebih baik.

Masih banyak dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orangtua kita karenanya selagi kita masih memiliki mereka ,atau memiliki salah satunya maka tugas kita adalah bagaimana memberikan kebahagiaan kepada keduanya , terutama ibu karena sebagaimana perintah Rasulullah dalam haditsnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu ia berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW. dan berkata, ’Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu! Orang tersebut kembali bertanya, ’Kemudian siapa lagi? Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu! Ia bertanya lagi, ’Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW. menjawab, ’Ibumu!, orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?, ’Nabi SAW. menjawab, Bapakmu!” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hari ini banyak hal yang telah kita lewati, bahkan tidak kita sadari betapa orangtua kita terutama ibu kita nun jauh di rumah dan  di desa tidak  kita sempatkan untuk kita tengok dan jenguk mereka, dengan berbagai kesibukkan kita sehingga kita menjadi lengah untuk sekedar menyapanya. Betapa kita sering melupakan mereka hata sekedar menyapanya lewat gadget yang selalu menemani kita. Padahal sesibuk apapun orangtua kita dahulu senantiasa mengingat kita bahkan sampai sekarang tidak ada orangtua yang lupa untuk sekedar mendoakan kita dalam kesendirian mereka dan juga dalam kesibukan mereka.

Sempatkan waktu kita untuk sekedar menyapanya jika sempat temui mereka di tengah kesibukkan kita, walau sesaat itu akan menjadi obat kebahagiaan buat mereka. Apapun yang kita usahakan walaupun sekejap akan mampu mengobati rasa kangen yang membuncah dari kerinduan orangtua kita terhadap kita, dalam hadits di sampaikan, Rasulullah SAW. bersabda, “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah tua, namun tidak dapat membuatnya masuk Surga.” (HR. Muslim)

Untuk itu, luangkan waktu kita, karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada mereka maka kelak anak-anak kitapun akan berbuat baik kepada kita. Rasulullah SAW pernah bersabda,  “Berbaktilah kepada orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu”. (H.R. Thabrani). Jadi sejatinya apapun yang kita lakukan kepada mereka orangtua kita, semua akan berbalik kembali kepada kita.Karenanya temui mereka orangtua kita, ibu atau ayah kita yang masih ada karena dari matanya kita akan tahu jika mereka sangat merindukan kita dan paling bisa menerima segala kekurangan kita dan kondisi kita.

Ibu adalah orang yang berjiwa besar yang dengan kebesaran dan keluasan hatinya begitu menerima segala kekurangan kita yang mau berkata jujur apa adanya tentang kita dan masih selalu mendoakan kita seburuk apapun perlakuan kita kepadanya. Di tangannya banyak kelembutan yang bisa kita dapatkan di lisannya banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa kita mintakan, peluk dan dekaplah ibu kita dengan segenap rasa agar hangatnya merasuki kalbu kita dan doanya mengalir mengiringi langkah kita, karena mereka seperti kelanjutan syair lagu.

Hanya memberi tak harap kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia...

Buat sosok seorang Bunda yang berjiwa tegar yang lisannya tak pernah berhenti mendoakan kebaikan pada anak-anaknya, terimakasih Bunda, jasamu tak kan pernah bisa terbalaskan. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -