Sri Rahayu: Demi Karir Jangan Abaikan Rumah Tangga

KARAWANG, KarawangNews.com - “Dunia karir yang sedang menjadi trend bagi kaum perempuan saat ini, janganlah sampai membuat lalai terhadap perannya dalam rumah tangga. Keluarga adalah ‘sekolah’ pertama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Tentu, bimbingan dan peran tanggungjawab Ibu menjadi sangat penting,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Sri Rahayu Agustina, kepada awak media dalam memperingati Hari Ibu yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember di Lapang Karangpawitan, Senin (22/12/2014).

Menurut Sri Rahayu, keberadaan Ibu sebagai kaum perempuan harus mampu menjadi soko guru dalam keluarga. Bagi istri Ahmad Suroto ini, kedudukannya saat ini menjadi pimpinan DPRD jelas sangat menyita waktu. Tapi hal itu bagi dia, bukan lantas dijadikan alasan untuk lari dari tanggungjawab dan perannya dalam keluarga.

“Saya dari dulu untuk urusan rumah tangga dan keluarga tetap tidak berubah. Masih seperti sebelum menjadi anggota DPRD. Kalau pagi masih tetap mempersiapkan kebutuhan kerja Bapak, dan anak-anak sekolah, termasuk memasak untuk sarapannya. Saat malam pun, meskipun sudah berbeda, saya sempatkan ngecek kegiatan belajar anak-anak. Kecuali kalau ada agenda keluar kota, melalui telepon, anak-anak tetap saya pantau belajarnya,” terangnya.

Bagi perempuan putra Karawang asli kelahiran 2 Agustus 1975 ini, kodrat yang melekat pada seorang perempuan, disamping sebagai ibu, juga sebagai istri. Oleh karena itu, kata dia, sehebat apapun perempuan harus menyadari akan tugas dan baktinya untuk tetap melayani dan menghargai kepada seorang suami.  Sehingga wajar, lanjutnya, kalau tiadanya kesuksesan perempuan, kecuali berkat support dan motivasi dari suami dan anak-anak, termasuk keluarga besar lainnya.

“Surga seorang laki-laki itu ada di telapak kaki ibu. Sementara surga seorang istri ada didalam ketaatannya kepada suami,” papar dia lagi.

Menanggapi maraknya pergeseran nilai-nilai peran tanggungjawab perempuan yang saat ini terjadi, Pihaknya berharap agar semua bisa belajar dari kebersahajaan tokoh-tokoh besar. Menurutnya, film Ainun dan Habibie, yang mengisahkan perjalanan kehidupan rumah tangga, tentu patut ditauladani. Bagaimana Ibu Ainun sangat perhatian terhadap keluarga, sehingga karir sang suami juga menanjak baik, termasuk prestasi anak-anaknya.

“Begitu pula saat Ibu Ainun sakit, karena sudah menjadi kebiasaan, masih saja Ibu Ainun menulis daftar obat yang harus diminum Pak Habiebie. Ini yang luar biasa,” urai Ibu dari M. Reza Arief Prihatmoko, Nabilla Nur Azizah Apriliyanti dan Iqbal Nur Wahyu Ramadhan, dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, pihaknya berharap, agar peringatan Hari Ibu kali ini dapat dijadikan momentum proses kesadaran bersama kaum hawa untuk kembali ke jati dirinya. Keluarga, kata dia, haruslah ditempatkan sebagai prioritas utama untuk mencetak dan “memproduksi” generasi bangsa yang kreatif, produktif dan berprestasi.

"Jangan sampai, karena tuntutan kerja yang merupakan wilayah publik, malah menjadikan urusan rumah tangga menjadi terabaikan," pungkas cicit dari Bupati Karawang era perang gerilya tahun 1948, R. Marta ini. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -