Persika Siapa yang Punya?

KARAWANG, KarawangNews.com - Forum Selamatkan Persatuan Sepak Bola Indonesia Karawang (Persika) mendesak Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurracahadiana untuk mengambil langkah menyelamatkan Persika Karawang yang saat ini terpuruk, bahkan tersiar isu akan dijual. Padahal, hanyak cara untuk mempertahankan Persika agar tetap eksis.

Dijelaskan anggota Forun Selamatkan Persika, Irwan, Senin (29/12/2014) siang, awal keterpurukan Persika dimulai dari berubahnya status amatir di Divisi I ke Profesional Divisi Utama.

Saat berstatus amatir Persika masih menikmati dana dari rakyat dengan melimpah, semua bisa diatasi dan dianggarkan dari APBD. Beralihnya status ke Profesioanal mengharuskan tim Persika tidak dapat kucuran dana APBD dan dikelola oleh perusahaan berbadan hukum PT Persika Singaperbangsa, dengan pemegang saham sekaligus komisaris, diantaranya H. Ali Muqadassaid SH, H. Ade Swara dan Alm. Tono Bachtiar, SP.

Persika Karawang pada saat terjadi Dualisme di PSSI memilih jalur di Divisi Utama di kompetisi  Indonesia Premier League (IPL), ini carut marut pengelolaan kompetisinya, kalah bersaing dengan Indonesia Super Liga (ISL) yang lebih popular menarik dan lebih baik iklim kompetisinya karena dihuni tim-tim sepakbola berkualitas.

Sehingga, Persika yang tergabung di IPL kena imbasnya, klub jadi tidak polpuler, tidak jelas jadwal kompetisinya dan tidak dikenal khalayak umum, khusunya warga Karawang sendiri, karena di Indonesia saat itu lebih mengenal ISL yang dikelola PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi.

Kesulitan dimulai, ketika manajemen PT Persika Singaperbangsa tidak mampu mengelola tim dan menggali sumber dana dari pihak swasta, dana lebih banyak mengandalkan dari salah seorang Komisaris saja.

Potensi yang ada di wilayah Karawang tidak dapat dimanfaatkan karena Persika tidak memiliki basis pendukung atau supporter yang fanatic dan militant seperti tim lain, hal ini disebabkan tim berada di kompetisi IPL tidak dapat meraih sponsor dan kurang publikasi sehingga sulit bagi sponsor untuk berpartisifasi ditambah tidak adanya intervensi pemerintah daerah dan komitmen pemegang kekuasaan untuk tim yang seharusnya mendapat dukungan dari muspida dan warga Karawang, memengingat bagaimanapun nama Persika Karawang identik dengan nama kabupaten Karawang sendiri.

"Kesulitan terus menerpa tim yang berlaga, gaji pemain nunggak, catering tidak terbayar. Para Komisaris pemegang saham kesulitan mendanai tim, karena jajaran direksi pun tidak dapat bekerja maksimal untuk menggali dana," kata Irwan.

Sementara, warga Karawang yang awam kondisi sebenarnya selalu bertanya, kenapa harus sulit menggali dana untuk tim bernama Persika Karawang. Apa yang salah, kenapa tidak dapat bekerjasama dengan Pihak Swasta, karena banyak pengusaha swasta besar yang memiliki kawasan industri yang tersebar dari barat ke timur kabupaten ini dan di dalamnya dihuni ratusan pabrik dan industri berbagai produk, sampai pabrik uang pun ada di Karawang.

Hal senada diungkapkan Pelatih Persika, Khoerudin, kalau dibandingkan dengan tim kota-kota lain di Indonesia, seharusnya Persika Karawang tidak harus sulit, banyak tim-tim kota kecil yang tidak memeliki PAD yang tidak terlalu besar mampu membiayai tim hingga ke level Liga Super, PT Persika Singaperbangsa seharusnya bisa belajar dari kota-kota itu, meskipun ada aturan yang melarang APBD untuk klub sepakbola profesional tentunya kalau ada komitmen dan kesungguhan semua jajaran Muspida Karawang  khususnya pimpinan nomor satu di Kabupaten ini, sepertinya tidak akan sulit.

Musim Kompetisi Tahun 2014 sejalan dengan membaiknya PSSI dengan adanya penggabungan IPL yang melebur ke ISL  tidak ada lagi dua kompetisi sepakbola profesional yang berbeda. Persika pun akhirnya bisa bergabung di Divisi Utama Liga Indonesia operator kompetisi ISL.

Namun kondisi PT Persika Singaperbangsa sudah mulai sakit sakitan ketika sedang mengikuti kompetisi IPL, manajemen tidak mampu melunasi kewajiban-kewajiban dan menjadi hutang yang dibebankan kepada PT Persika Singaperbangsa. Sementara para pemegang modal di PT Persika Singaperbangsa mulai gerah dan hanya bertumpu pada salah seorang saja.
Sementara, syarat untuk bisa bergabung dengan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2014, manajemen harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban dan hutang-hutang itu, terutama gaji pemain.

Dengan segala upaya kesulitan itu dengan tangan salah seorang yang ditunjuk sebagai manajer akhirnya dapat terselesaikan dan resmi mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2014. Itu pun bersifat sementara, setelah selesai mengikuti kompetisi yang hanya  bertahan diposisi ke 3 digrup dibawah PSCS Cilacap dan PSGC Ciamis, tidak terdegradasi atau turun ke Divisi dibawahnya seperti yang dialami tim Persipasi Kota Bekasi dan Persikab Bandung. Menejer pun mengembalikan mandat ke PT Persika Singaperbangsa.

Saat ini Persika Karawang tim yang dimiliki PT  Persika Singaperbangsa sudah ditinggalkan dua orang komisarisnya yaitu, H. Ade Swara dan Alm. Tono Bachtiar, SP. Saat ini PT Persika Singaperbangsa sudah sangat parah sakitnya dan tidak mungkin dapat mendaftarkan kembali Persika untuk mengikuti kompetisi musim 2015, hingga keluarlah keputusan manajemen untuk menjual tim kebanggaan warga Karawang ini.

"Ironis, tim yang membawa nama daerah Karawang harus dijual, kesebelasan yang memiliki sejarah dan sentimen daerah ini harus direlakan berpindah domisili. Apakah warga Karawang rela akan hal itu?" ucap Khoerudin.

Diakuinya, sejarah Persika bagi warga Karawang adalah harga diri dan martabat, karena dalam perjalananya telah membuat cerita dan sentimen tersendiri secara psikologis tentu bermakna lain dan perlu pengkajian melalui survey masyarakat.

Berdasarkan jadwal tahapan kompetisi Liga Indonesia musim 2015, tim Persika Karawang harus sudah mengirimkan berkas-berkas pendaftaran peserta Divisi Utama Liga Indonesia, dengan batas waktu hingga tanggal 30 Desember 2014. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -