Pengelola LKP Tidak Boleh Merangkap Instruktur

KARAWANG, KarawangNews.com - Mulai tahun depan, manajemen dan teknis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) akan dipisah, sebab saat ini pengelola dan instruktur kursus masih dikerjakan satu orang yang sama. Mau tidak mau, pengelola LKP yang merangkap struktur harus mengangkat instruktur di LKP yang dia kelola.

Demikian dijelaskan Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PNFI Diadikpora) Karawang, Amid Mulyana SE, Senin (8/12/2014) siang, di ruang kerjanya. Ini diberlakukan untuk memberi pelayanan kepada peserta didik LKP.

"Jika pengelola sedang sibuk, LKP tidak boleh libur, maka harus punya instruktur yang melayani peserta LKP. Selain itu, agar tertib administrasi," kata dia.

Ini ditegaskannya terkait program penguatan kelembagaan LKP yang dilakukan DPD Himpunan Pengelola Kursus Indonesia (HIPKI) Jawa Barat, Senin (8/12/2014) di Resto Sindang Reret pagi hingga sore.

"Ini kebijakan kementerian melalui HIPKI dalam rangka meningkatkan kualitas layanan LKP, maka dilakukan penguatan kelembagan secara bertahap, sehingga pengelola dan instruktur harus dipegang orang yang berbeda," tandasnya.

Diakuinya, kaitan dengan penguatan kelembagaan ini mengacu pada 8 standar pendidikan dan di Kabupaten Karawang sudah ada beberapa LKP yang sudah sesuai standar. Diharapkan Amid, dengan penguatan ini LKP di Karawang bisa menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Pada penguatan lembaga ini, DPD HIPKI Jawa Barat memberi materi hak dan kewajiban antara pengelola dan peserta didik kursus. Ini diharap bisa menguatkan LKP di Karawang agar lebih meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada peserta didik. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -