Pemkab Karawang Tak Mampu Tertibkan Bangunan Liar

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai tidak mampu menertibkan bangunan liar yang mulai marak di seputar perkotaan Karawang . Akibatnya trotoar jalan yang seharusnya diperuntukan untuk pejalan kaki habis tertutup oleh bangunan liar.

Dari pemantauan, terungkap sejumlah bangunan liar kini makin gencar berdiri di sepanjang sungai di kawasan Kepuh Karangpawitan. Puluhan bangunan yang berdiri diatas trotoar ini digunakan untuk tempat usaha.

Berdirinya puluhan bangunan liar di atas trotoar jalan melengkapi kesan kumuh yang sebelumnya sudah berdiri bangunan liar yang dihuni ratusan kepala keluarga di sepanjang sungai.

Padahal Pemkab Karawang melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan menganggarkan dana miliaran rupiah untuk normalisasi sungai. Hanya saja anggaran tersebut menjadi mubazir ketika penghuni bangunan liar itu melakukan protes.

Pemkab Karawang tidak memiliki keberanian untuk melakukan penertiban. Bahkan terkesan anggaran yang disediakan  untuk proyek normalisasi sungai hanya asal-asalan saja.

Seperti disampaikan Ketua LSM Lodaya Nace Permana, pemerintah harus mencari solusi yang tepat untuk menertibkan bangunan liar yang ada di sepanjang sungai. Apalagi berdiri di pusat kota akan terlihat Karawang menjadi kota yang kumuh.

Sebaiknya, kata Nace, pemerintah merelokasi penghuni bangunan liar di sepanjang sungai dengan menyediakan lahan atau uang pengganti yang nilainya bisa di musyawarahkan dengan penghuninya.

“Pemerintah harus tegas menertibkan bangunan liar yang ada di sepanjang sungai. Bukan hanya kumuh tapi ancaman banjir bisa terus terjadi setiap tahun di seputar kota Karawang. Jangan sampai kondisinya sudah parah baru ditertibkan, malah sulit nantinya," tandasnya. (*spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -