LMP Desak Bupati Karawang Jadi Justice Collaborator dalam Persidangan

KARAWANG, KarawangNews.com - Laskar Merah Putih (LMP) Karawang melayangkan surat kepada Bupati Ade Swara dan istrinya Nurlatifah, surat itu berisi permintaan agar keduanya menjadi justice collaborator. Keduanya bisa bicara terbuka, tidak menutupi dalam kesaksiannya di pengadilan.

"Kami berkeyakinan masih banyak pelaku dan penikmat hasil korupsi masih bergentayangan belum tersentuh hukum. Bila Ade Swara dan Nurlatifah nantinya menjadi justice collaborator akan menambah deretan para koruptor Karawang masuk bui  sehingga  korupsi bersih dari akar-akarnya di bumi Karawang," kata Humas LMP, Pancajihadi Al Panji, Minggu (14/12/2014).

Diakuinya, pihaknya merasa tidak adil jika pemberantasan korupsi hanya di bebankan pada dua orang, Ade Swara dan Nurlatifah. Bila Ade Swara Nurlatifah menjadi justice collaborator bisa meringankan hukuman seperti yang diamanatkan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4  Tahun 2011 Tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (whistleblower) dan Saksi Pelaku Yang Bekerjasama (Justice Collaborators) di Dalam Tindak Pidana Tertentu.

Apalagi selama persidangan yang telah berjalan beberapakali tak satupun pejabat eksekutif dan legislatif serta para rekanan-rekanan yang tadinya selalu mengagung-agungkan, memperlihatkan batang hidungnya ikut hadir secara manusiawi ini tidak dilarang. Ini menunjukan jiwa-jiwa oportunis yang hanya menikmati kekayaan uang negara dengan memanfaatkan orang lain.

"Kami Forum Bersama Laskar Merah Putih Kabupaten Karawang bersedia membantu bila Kedua terdakwa menjadi Justice Collaborator dan bersedia menjadi pelapor kasus-kasus yang diungkapkan oleh ade Swara dan Nurlatifah," kata Pancajihadi.

Surat justice collaborator ini disampaikan berdasar pada Undang-undang  No. 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, Undang-Undang No.13 Tahun  2006 Tentang  Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, termasuk Surat Edaran Mahkamah Agung No.04  Tahun 2011 Tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (whistleblower) dan Saksi Pelaku Yang Bekerjasama (Justice Collaborators) di Dalam Tindak Pidana Tertentu.

"Sebelumnya kami turut prihatin atas cobaan menimpa bapak dan ibu berdua, kami yakin dan percaya  semua cobaan ini bisa dihadapi dengan baik. Bersama ini juga kami memandang ada ketidakadilan bila semua permasalah hukum ini harus dialami bapak dan ibu," ucap Pancajihadi, mengutip isi surat justice collaborator tersebut.

Diakuinya, surat itu disampaikan bukan untuk memprovokasi, tetapi dari segala aspek hukum alangkah elegannya bila bupati dan istrinya mengajukan diri kepada Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Majelis Hakim untuk mengajukan diri menjadi justice collaborator, agar bisa membongkar kasus-kasus yang belum terungkap, kemudian mengungkap fakta yang sebenarnya.

Sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, kontribusi bupati dan istrinya menjadi justice collaborator dan membongkar kasus-kasus yang lain, ini bisa menjadi bahan pertimbangan para penentu keadilan dalam memberikan tuntutan dan vonisnya.

"Kami Forum Bersama Laskar Merah Putih Kabupaten Karawang senantiasa siap membantu dan mendukung sepenuhnya bila bapak dan ibu menjadi justice collaborator agar pemerintahan kabupaten karawang bisa bersih dari unsur-unsur para pelaku tindak pidana korupsi yang masih belum tersentuh oleh hukum," tandasnya. (rls)

foto: net.
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -