LKP Saat Ini Bukan Sekedar Tempat Mengajar

KARAWANG, KarawangNews.com - Paradigma Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sudah berubah mulai tahun 2014 ini, semula hanya  sebagai tempat mengajar kini menjadi  pelayanan. Selain persaingan LKP yang terus tumbuh, lembaga kursus terus menjual jasa kepada publik dengan pelayanan prima.

Demikian dijelaskan Ketua Himpunan Pendidikan Kursus Indonesia (HIPKI) Karawang, Didik H, Selasa (9/12/2014) siang. Dengan kondisi ini, LKP yang ada harus profesional, apalagi tahun 2015 negara Asia akan menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga semua lembaga dalam dan luar negeri akan lebih bersaing.

Seperti diketahui, lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir tahun 2015 mendatang.

Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan MEA ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Dengan begitu, sambung Didik, LKP se-Indonesia diharapkan bisa mencapai standar minimum, sesuai Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), diantaranya manajemen pengelolaan dan pelayanan. Mengingat, di Karawang dan beberapa daerah lainnya masih banyak LKP yang belum melakukan penyesuaian BNSP.

Awal tahun 2015 mendatang, kata dia, pemerintah menerapkan manajemen baru kepada lembaga kursus, diantaranya pengelola dan instruktur harus dikerjakan oleh orang yang berbeda, sebab pengelola lembaga tidak boleh merangkap jadi instruktur. Ini dilakukan supaya lembaga tersebut bisa maksimal melayani peserta didik.

Diakuinya, hal itu supaya LKP lebih profesional, tidak mengganggu pelatihan yang dilakukan peserta didik dan bisa memenej lembaganya lebih baik.

"Sewaktu-waktu pengelola jadi instruktur tidak masalah, itu tidak diharamkan, tetapi yang pasti di lembaga itu harus ada instuktur profesional khusus, sesuai sfesifikasi bidangnya," jelas Didik. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -