Karda Wiranata: Kader Internal Tidak Jaminan Jadi Cabup PDI Perjuangan

KARAWANG, KarawangNews.com - Kader internal atau pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak jaminan terpilih dan ditetapkan menjadi bakal calon yang akan diusungnya pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Karawang 2015. Pasalnya, dalam pelaksanaan penjaringan, harus melalui proses seleksi yang ketat.

“Kader dan pengurus belum menjadi jaminan ditetapkan untuk diusung PDI Perjuangan. Secara normative, seleksi akan dilakukan secara ketat. Baik melalui tes tulis, psikotes maupun survey yang akan dilakukan oleh Pengurus Pusat (DPP, red),” ungkap Ketua Dewan Pengurus Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Karda Wiranata, di aula kantornya, Jl. Ranggagede Gempol Karawang Barat, Sabtu (27/12/2014).

Saat memberikan sambutan penerimaan berkas pendaftaran bacabup, H. A Marjuki, mantan Ketua DPRD Kabupaten Karawang tersebut menambahkan, PDI Perjuangan sebagai partai yang terbuka. Partai moncong putih ini, telah membuktikan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kalangan masyarakat yang beniat ikut kontestasi Pilbup.

Bagi Karda, momentum Pilbup 2015 akan dijadikan awal kemenangan PDI Perjuangan untuk memimpin kendali pemerintahan di Kabupaten Karawang. Hal ini dimaksudkan bukan hanya membuat sejarah baru agar sama dengan kemenangan saat Pemilihan Legislatif (Pileg) yang diraihnya. Namun begitu, dia berharap agar ada kesinambungan program di pemerintahan Kabupaten Karawang dengan pemerintah pusat.

“Kita harus memenangkan Pilbup, agar program kerja Jokowi-JK dapat sinergis dengan program di daerah,” terang dia lagi.

Disampaikan Karda, sampai saat ini tujuh nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran antara lain Asep “Kuncir” Agustian (Praktisi Hukum Karawang), Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari (Ketua DPC PKB Karawang), Sutedjo (Ketua LSM LMP), Ace Abdurrahman, Yenny Herlina, Deden Dharmansyah dan H. A Marjuki.

“Yang sudah mengembalikan berkas formulir pendaftarannya tiga orang, Asep Agustian, Jimmy Zamakhsyari dan terakhir Haji Marjuki,” jelasnya.

Dari tujuh nama dan tiga orang yang sudah mengembalikan berkas itu, Karda terkesan ingin mencukupkan jumlah pendaftar. Pasalnya, dari ketujuh nama tersebut, sudah merepresentasikan ragam latar belakang calon, juga nantinya diharapkan tidak terlalu menyusahkan tim seleksi.

“Saya kira sudah tujuh nama saja ini cukup, nggak usah banyak-banyak lah. Tinggal diseleksi, yang lolos tinggal ikut sekolah partai di Jogja,” tandas Karda didampingi sekretaris DPC, Ace Sudiar, Rosyadi NS dan Chattaman.

Sementara itu, H.A Marjuki yang diberikan kesempatan memberikan pidato politiknya, menyatakan kesiapannya untuk bertarung di Pilbup. Dia menyatakan kebulatan tekadnya didasari adanya niat dalam memberikan kontribusi untuk Kabupaten Karawang agar lebih baik dan sejahtera.

“Kami ingin mempertahankan basis sektor pertanian sebagai ikon Karawang. Tetapi, kita juga harus menerima kehadiran industrialisasi di Karawang dengan berbasis ramah lingkungan,” tegas CEO Kemuning TV ini.

Ditambahkan dia, dalam proses pencalonan Pilbup kali ini, setelah mendapat dorongan bari kalangan masyarakat, pihaknya baru beberapa kali melakukan sosialisasi. Namun, lanjutnya, dukungan semakin dirasakan makin bertambah. Terbukti, saat pengembalian berkas ini banyak yang memberikan dukungan ikut menghantarkan ke kantor DPC PDI Perjuangan.

“Ini semua yang hadir, atas inisiatifnya sendiri. Semoga saja, ini menjadi bukti kecintaannya kepada Saya, agar dapat memimpin Karawang,” tandas Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang ini.

Ikut dalam rombongan H.A Marjuki, beberapa Ulama yang juga Pengurus PCNU dan MWC NU di Kabupaten Karawang. Selain itu, tampak juga Ketua PC Ansor, jajaran pengurus Muslimat dan Fayatat NU, Ketua Relawan HAM (Haji Akhmad Marjuki), H. Ahmad Fauzi, dan mantan Ketua KPU Karawang, Emay Ahmad Maehi. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -