Bupati Karawang dan Istrinya Jalani Sidang Perdana di Bandung

BANDUNG, KarawangNews.com - Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Selasa, (2/12/2014). Sidang ini digelar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan pencucian uang. 

Sidang dimulai pukul 10.30 WIB dengan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim,‎ Nawawi Pamolango dan dua hakim anggota Djoko Indarto dan Adriano. Hingga pukul 11.30 WIB sidang masih berjalan dan tim JPU dari KPK silih berganti membacakan dakwaan setebal 2.500 halaman.

Seperti diketahui sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus pemerasan yang dilakukan Ade Swara dan Nurlatifah. Keduanya diduga memeras PT Tatar Kertabumi yang ingin meminta izin untuk pembangunan mal di Karawang.

Suami istri itu, diduga telah memeras uang Rp 5 miliar kepada PT Tatar Kertabumi untuk penerbitan surat izin tersebut. Uang itu akhirnya diberikan dalam bentuk dolar berjumlah 424.329 dolar AS. Uang tersebut menjadi barang bukti dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 17 hingga 18 Juli 2014 dini hari.

Kemudian dalam penanganan kasus tersebut, KPK menelisik adanya dugaan pencucian uang, setelah melalui penelusuran aset dan aliran dana melalui rekening, KPK akhirnya pada 7 Oktober 2014, menetapkan Ade dan Nurlatifah sebagai tersangka kasus TPPU.

Menanggapi hal ini, aktivis Karawang, Andri Kurniawan mendoakan semoga Ade Swara selalu diberikan ketabahan dan kesabaran, sebab sangat ironis pada saat dia duduk dikursi pesakitan, tak ada satu pun pejabat Karawang yang terlihat batang hidungnya.

"Kemana mereka yang dulu selalu bersolek di depan bupati, kemana mereka yang dulu oleh bupati diprioritaskan karirnya. Kemana mereka yang dulu selalu memuji Ade dan kemana mereka yang dulu selalu berada dibalik punggung orang nomor satu di Karawang itu," tandasnya.

Dengan begitu, Andri meminta kepada Ade Swara agar bicara gamblang kepada majelis hakim di kursi pesakitan, jika dalam kasusnya ini ada korelasi dengan para pejabat di bawahnya. (spn/berbagai sumber)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -