Beras Karawang Kurang Diunggulkan

Banner IDwebhost
KARAWANG, KarawangNews.com - Secara geografis, Kabupaten Karawang memiliki area pesawahan yang luas, tetapi ironis beras Karawang kurang diunggulkan. Salah satu penyebabnya yaitu para petani lebih memilih menjual hasil panen mereka ke tengkulak dibanding dikemas dan dijual di pasar beras.

Demikian dijelaskan Ketua Petani Muda Indonesia (APMI) Karawang, Yusuf Sugiri, Kamis (18/12/2014) siang di acara Festival Padi Karawang, Pasar Bersih, Galuh Mas. Petani Karawang lebih memilih transaksi jual instant melalui tengkulak, padahal harga yang diperoleh sedikit dibanding menjual ke pasar beras. Spekulasi harga ini menyebabkan petani selalu merugi.

"Konsep petani saat ini masih sederhana, setelah panen, padi mereka langsung dijual ke tengkulak, kemudian mereka sibuk menanam kembali hingga panen kemudian. Diharapkan petani bisa memiliki nilai tambah dari produksi padi mereka, yaitu dengan memiliki jalur produksi jelas dengan melibatkan kelompok tani, agar beras Karawang punya merk dan keunggulan," ucapnya.

Menanggapi lahan sawah di Karawang yang semakin berkurang tiap tahun, Yusuf menyatakan, itu tidak akan mengurangi jumlah produksi padi jika petaninya mampu menghasilkan jumlah padi lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, tentunya ini perlu teknologi yang tepat untuk mencapai target produksi itu.

"Selama ini saya lihat, tidak ada yang serius mempertahankan luas lahan sawah di Karawang, termasuk pemerintah daerah," jelasnya. (spn)
iklan
BERIKAN KOMENTAR ()