Warga Kembali Merebut Lahan Eksekusi PT SAMP

KARAWANG, KarawangNews.com - Warga dari tiga desa, Wanasari, Margamulya dan Wanakerta, Kecamatan Telukjambe, Jumat (13/11/2014) siang, kembali merebut tanah mereka yang sebelumnya telah dieksekusi PT SAMP, karena warga masih merasa berhak atas tanah tersebut, pasalnya warga masih mengantongi sertifikat yang sah.

Aksi warga ini sempat dihalangi polisi dan nyaris ricuh, tetapi karena kalah jumlah dengan warga, akhirnya polisi membiarkan warga melakukan aktivitasnya bercocok tanam di atas lahan mereka.
Setelah warga kembali menguasai lahan yang diklaim milik PT SAMP, warga langsung  menanam bibit jagung.

Dijelaskan kuasa hukum warga dari tiga desa itu, Elayasa Budianto, proses eksekusi lahan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Karawang beberapa bulan lalu dianggap cacat hukum, bahkan pengadilan ini tidak menguasai tata cara eksekusi yang dilakukan secara membabi buta.

"Dari luas tanah 350 hektar, hanya sekitar 85 hektar yang berhasil dimenangkan PT SAMP, tetapi pada prakteknya eksekusi tanah dilakukan Pengadilan Negeri Karawang seluas 350 hektar dan Pengadilan Negeri Karawang menyerobot lahan milik warga," kata Elayasa.

Sehingga, di dalam lahan seluas 350 hektar masih terdapat lahan milik warga yang sah, karena warga masih memiliki sertifikat asli.

Puluhan warga ini merebut paksa tanah mereka yang telah dipagar besi, bahkan lahan itu menjadi markas Brimob yang dikontrak PT SAMP untuk pengamanan lahan pasca eksekusi beberapa bulan lalu. (had)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -