Tapak Kaki di Sepotong Harapan Senja

Warga Menulis
Oleh: Mustopa Bisry
Serikat Petani Karawang (Sepetak)

Minggu (15/11/2014)

Salam Tani Motekar...! Sepanjang perjalanan konflik tanah di desa Wanasari, Wanakerta dan Margamulya, dipenuhi oleh intimidasi dan mekanisme hukum formal yang anti tani. Parahnya lagi aparat kepolisian yang seharusnya melindungi masyarakat justru berubah menjadi centeng penjaga modal APL.

Saat ini kami tengah memasuki hari kedua dalam aksi jalan kaki menutup mata dari Karawang menuju Istana Negara Jakarta. Tuduhan, fitnah serta teror datang bertubi-tubi untuk melumpuhkan semangat juang kami. Namun kami tidak akan gentar menghadapi apapun yang menjadi hambatan perjuangan kami.

Sementara pemerintah sebagai pemegang otoritas politik semakin mengasingkan diri dari tanggung jawabnya guna tercipta rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat miskin yang tanahnya dirampas. Yang tersisa kini hanya duka dan kekecewaan mendalam di hati kaum tani tertindas.

Dengan demikian kami tak bisa berharap uluran tangan kebijakan pemerintah baik Cellica Nurachadiana maupun Joko Widodo sang presiden terpilih.

Karena itu, Serikat Petani Karawang (Sepetak) akan terus berada di barisan massa berlawan memimpin kekecewaannya untuk bersama-sama kaum tani dalam melancarkan pemberontakan terhadap segala bentuk ketidakadilan hukum dan politik demi sebuah tatanan baru dihari depan yang lebih memiliki segi kemanusiaan.

Karena itu pula lah, kami mohon doa serta dukungan kawan-kawan seperjuangan demi hak tanah bagi petani. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -