Satpol PP Karawang Pilih Kasih

Warga Menulis
Oleh: Pancajihadi AL Panji, S.Pd
Waka Humas Laskar Merah Putih

Minggu (9/11/2014)

Tindakan satpol PP karawang yang yang akan menggusur empat pedagang kaki lima di badan jalan alternatif sunggung sangat disayangkan dan tidak manusiawi. Tindakan Satpol PP ini merupakan pesanan dari perusahaan PT Subur Buana Raya dengan nomor KRW 0004/X/2014 tertanggal  7 Oktober 2014. Dalam permohonana tersebut,  perusahaan distributor semen Gresik ini meminta Satpol PP untuk menggusur empat pedagang yang berada di depan bangunan perusahaan tersebut. Padahal bangunan yang berdiri di tanah negara tersebut sudah berdiri sebelum ada perusahaan itu dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan.

Tindakan Satpol PP yang cukup respon ini diduga mendapatkan janji dari perusahaan, jika bisa mengusir empat pedagang tersebut akan mendapatkan sesuatu. Padahal jika Pol PP ini bersikap adil dan tidak pandang bulu, seharusnya mereka menertibkan semua pedagang atau bangunan dibadan jalan yang berada di jalan alternatif atau seluruh pedagang kaki lima yang melanggar Perda K3  tersebut bukan bergerak setelah ada pesanan dan imbalan.

Kita bisa menyaksikan pembiaran Satpol PP pada pedagang kaki lima di sekitar alun-alun yang jelas-jelas berjualan di trotoar dan jalan  dan ditambah lagi pembiaran Seer yang makin hari makin semarak. Bahkan menurut informasi yang kami dapatkan DKM Masjid Agung Karawang sudah menyurati Muspida agar menertibkan tenda PKL yang mengganggu keindahan dan ketertiban depan masjid tersebut namun sampai kini belum ada tindakan. Lain dengan permohonan PT Subur Buana Raya yang dapat respon cukup cepat.

Dari hasil penyelidikan kami, justru PT Subur Buana Raya terang-terangan memakan badan jalan 2 meter dengan panjang hampir 80 meter yaitu dengan cara membangun pagar permanen. Disinilah letak diskriminasi Satpol PP yang cuma berani sama wong cilik membela pemodal besar yang jelas jelas ini pelanggaran lebih berat dibandingkan dengan empat pedagang kaki lima tersebut.

Kami  juga menyayangkan suratnya yang ditanda tangani Abilah Mawardi Nur , Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang . Surat yang bernomor 301/455/Bina Trantribum dan Linmas yang berisi intimidasi untuk mengusir para pedagang sharusnya mereka duduk bersama memecahkan solusi agar hajat hidup PKL tidak terancam. Bila itu masalah estetika mereka sebenarnya bisa diajak bicara. Dimana letak corporat social responsiblity perusaan itu.

Kami sebagai organisasi telah melaporkan perbuatan diskriminasi  ini ke inspektorat dan penegak hukum agar menyelidiki didugaan menerima janji dari perusahaan tersebut. Dan kami akan melaporkan PT Subur Buana Raya ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat agar menindak perusahaan ini yang telah memakan badan jalan tanah negara.

Kami  juga menyayangkan suratnya yang ditanda tangani Abilah Mawardi Nur , Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang . Surat yang bernomor 301/455/Bina Trantribum dan Linmas yang berisi intimidasi untuk mengusir para pedagang sharusnya mereka duduk bersama memecahkan solusi agar hajat hidup PKL tidak terancam. Bila itu masalah estetika mereka sebenarnya bisa diajak bicara. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -