PNFI Karawang Dapat Penghargaan Nasional

KARAWANG, KarawangNews.com - Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Karawang mendapat anugrah penghargaan pengabdi kursus dan pelatihan kategori pemerintah kabupaten
terbesar alokasi dana untuk PNFI tahun 2014. 

Penghargaan ini diterima Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dari Kementerian Pendidikan, Rabu (19/11/2014) di salah satu hotel daerah Baranangsiang, Bogor, bertepatan di Hari Kompetensi Nasional 19-21 Nopember 2014.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah disalurkan Kabupaten Karawang di bidang PNFI mencapai Rp 1.479.532.500 dari tahun 2012-2014 kedua terbesar se-nasional setelah Kabupaten Sleman, Jogyakarta Rp 1.667.440.000 dari tahun 2011-2014, kemudian ketiga Banyumas Jawa Tengah Rp 1.225.000.000 dari tahun 2012-2014. Sedangkan provinsi yang mendapat penghargaan ini yaitu Bengkulu dengan APBD untuk bidang PNFI Rp 1.950.000.000.

Diketahui, Kabupaten Karawang mengalokasikan APBD untuk pendidikan sebesar 35%, ini melebihi amanat undang-undang yang mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan 20% untuk pendidikan. Di dalam anggaran 35% itu dialokasikan untuk bidang PNFI dengan jumlah biaya Rp Rp 1.479.532.500 selama tiga tahun ini.

Dengan demikian, Karawang dianggap mampu menopang kegiatan lembaga pendidikan non formal dengan bukti telah mampu berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Terakhir, PNFI Karawang juara umum perlombaan Hari Aksara Internasional ke-49 tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang Bandung 1-2 Nopember 2014.

Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang, Amid Mulyana SE menjelaskan, selama dua tahun menjabat di PNFI, dia fokus dan komitmen memajukan semua lembaga pendidikan non formal dan informal. Keberhasilannya di bidang PNFI ini tak lepas dari upaya Pemkab Karawang memajukan pendidikan, yaitu dengan menganggarkan APBD hingga 35% untuk pendidikan.

Diakuinya, lulusan non formal ke depan tak kalah saing dengan formal, sebab di lembaga pendidikan non formal pun diajarkan berbagai keahlian melalui kursus. Sehingga, akan banyak masyarakat yang memiliki keahlian khusus dan mampu berwirausaha, kemudian bisa menjadi masyarakat yang sejahtera, di tengah maraknya industrialisasi di kabupaten ini. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -