Kejari Siap Usut Dugaan Korupsi BPJS

KARAWANG, KarawangNews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengaku siap mengusut dugaan korupsi di Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) jika memang ada laporan dari masyarakat, asal disertai data lengkap.

"Kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait BPJS, tapi laporan itu harus disertai bukti yang cukup untuk kita tindaklanjuti. Kalau hanya melaporkan saja tanpa ada data yang lengkap sulit kita menindak lanjutinya," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Sulvia Trihapsari, kepada wartawan, Rabu (5/11/2014).

Menurut Sulvia kejaksaan tidak mau asal-asalan menangani laporan masyarakat terkait dugaan korupsi di intansi pemerintah.

"Kita perlu telaah terlebih dahulu, apakah memang ada petunjuk yang mengarah kepada perbuatan pidana. Kalau memang ada petunjuk ke arah sana baru kita lanjutkan," jelasnya.

Lebih lanjut Sulvia menyampaikan, tidak selalu laporan yang disampaikan masyarakat ditindaklanjuti. Hal ini bisa terjadi karena data-data yang diberikan pelapor tidak lengkap atau malah kabur sama sekali.

"Jadi saya ingin sampaikan setiap laporan itu harus disertai data atau alat bukti yang cukup agar dapat diproses," tuturnya.

Diketahui, BPJS Karawang sebelumnya sempat dituding melakukan validasi data, berdasarkan data yang diperoleh, terjadi pengurangan data peserta jaminan kesehatan nasional kategori PBI di BPJS Karawang pada September 2014.

Pengurangan itu terjadi akibat ditemukannya data ganda. Dari jumlah peserta PBI yang awalnya mencapai 848.129, berkurang menjadi 839.119, dengan total biaya kapitasi sebesar Rp 5.359.438.000.

"Berkurangnya peserta PBI harus dijelaskan secara detail, jika ada indikasi pengurangan itu dilakukan secara langsung oleh BPJS," kata Sulvia. (hil)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -