KB Perlu Digaungkan Untuk Tekan LPP

KARAWANG, KarawangNews.com - Laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat lebih dari 2 persen tiap tahun, sehingga perlu kembali digalakan Keluarga Berencana (KB) dan gaungnya bisa seperti dulu lagi. Demikian kata mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Deden Darmansah, Minggu (16/11/2014) sore di Cikampek. Kata dia, setiap fenomena kehidupan selalu dikaitkan pengendalian jumlah penduduk.

"Jumlah penduduk saat ini mencapai 237,6 juta jiwa, jika dibiarkan hingga akhir pemerintahan Jokowi, bisa mencapai 260 juta jiwa," ucapnya.

Di satu sisi, lanjut Deden, jumlah penduduk ini aset negara, tetapi di sisi lain besaranya jumlah penduduk ini jadi beban pemerintah. Dengan begitu, Presiden Jokowi sangat berharap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa meningkat.

"Sedangkan IPM ini dipengaruhi oleh pengendalian penduduk juga kemampuan pemerintah mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP)," kata Deden.

Dengan demikian, pada Selasa (18/11/2014) dia mengundang BKKBN Pusat dan anggota Komisi IX DPR RI Diah Pitaloka ke Kampung Babakan Tambun, Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru dalam acara pengobatan gratis dan sosialisasi penggunaan kontrasepsi , juga pencegahan dini kanker leher rahim. Sebab, penyakit ini sudah banyak merenggut korban jiwa di Karawang.

"Di bulan ini saja, saya menangani sebanyak 4 pasien penderita kanker leher rahim, meski saya sudah bukan anggota dewan lagi," jelasnya.

Untuk itu, akan ada kampung sehat yang lokasinya di kampung tersebut, sesuai misi dan visi Jokowi. Nanti di kampung sehat itu akan difasilitasi pelayanan keaehatan gratis melalui BPJS, juga Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga yang tidak ter-cover BPJS.

"Semua warga negara akan dijamin kesehatannya, jaminan ini bukan hanya bagi warga tidak mampu, tetapi seluruh jiwa usik," kata Deden. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -