Kaulinan Budak Lembur Mengalami Degradasi

KARAWANG, KarawangNews.com - Permainan anak-anak tradisional Sunda kini memang mengalami degradasi, tak sedikit anak sekolah dasar yang malah awam dengan permainan tradisionalnya, sebab kini anak-anak lebih suka dengan permainan teknologi elektronik semisal Playstation, X Box termasuk game online.

"Kita jangan sampai kehilangan seni permainan tradisional, karena memang teknologi lebih mudah diterima anak-anak saat ini," kata Kabid Budaya Dinas Kebudayaan dan Periwisata Karawang, Ayi Muhtar, di sela acara Festival Budaya Kaulinan Budak Lembur di Kampung Budaya, Kamis (27/11/2014) siang.

Dengan kegiatan kaulinan budak lembur ini, diharap  anak-anak tahu sejarah kesenian tradisional Tatar Sunda dan tidak melupakannya, sehingga ini menjadi tugas Dinas Kebudayaan dan para seniman Karawang untuk melestarikan seni tradisional.

Kaulinan Budak Lembur yang dilombakan di Kampung Budaya ini diantaranya engrang, rorodaan, papancakan, sosorodotan, gasing, perepet jengkol, bedil jepret, sumpit dan gatrik. Pesertanya anak-anak tingkat SMP dari 30 kecamatan se-kabupaten.

Kata Ayi Muhtar, mau tidak mau permainan tradisional di Karawang harus dijaga agar tetap eksis. Pihaknya akan berupaya selalu menggelar lomba ini untuk bisa menumbuhkan kembali mainan-mainan tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut.

"Total kaulinan budak lembur tercatat ada 50 ribu permainan, tetapi yang paling populer di Jawa Barat ada  sembilan permainan yang kita lombakan saat ini," ucapnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -