Fotosintesa Gelar Malam Puisi VI Sajak Perlawanan Rendra

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah sempat vakum beberapa pekan, pada Sabtu (22/11/2014), Forum Tokoh Sinema, Teater dan Sastra (Fotosintesa) Karawang kembali menggelar Malam Puisi yang keenam. Tema dalam Malam Puisi ini adalah ‘Sajak Perlawanan Rendra’.

Secara konsep, Malam Puisi hari ini tidak jauh berbeda dengan Malam Puisi sebelumnya. Bedanya hanya terletak di kepengurusan. Di masa vakumnya, Fotosintesa melakukan perubahan pada struktur kepengurusannya.

“Perubahan itu perlu demi kemajuan Fotosintesa ke depan. Setelah dirombak, Fotosintesa yang sekarang terlihat lebih muda, segar dan siap melakukan gebrakan,” tegas Faizol Yuhri yang akrab disapa Pepi, pegiat teater Karawang yang juga anggota Fotosintesa.

Diakuinya, Fotosintesa yang sekarang punya divisi-divisi baru, ada divisi teater yang dinamai Rumah Belajar Teater, ada divisi film yang dinamai Rumah Belajar Sinema dan divisi sastra yang dinamai Rumah Belajar Sastra.

“Garapan Malam Puisi sepenuhnya diserahkan ke Rumah Belajar Sastra,” ujar Pepi.

Malam Puisi VI diadakan di kompleks ruko Grand Taruma Karawang, tepatnya di samping Coffe Writer. Dalam Malam Puisi, penonton yang hadir diperbolehkan mengapresiasi puisi WS. Rendra.

“Kami menyediakan kopian puisi-puisi Rendra. Hadirin bisa membaca, deklamasi, mengkritik atau membedah esensi puisi Rendra,” ujar Pepi.

Fotosintesa sengaja menawarkan tema WS. Rendra di malam puisi ini, sebab, Karawang punya dua momen perlawanan yang sedang hangat-hangatnya. Pertama adalah momen perlawanan kenaikan upah buruh, kedua ialah momen perlawanan kenaikan BBM.

“Di dunia sastra Indonesia, setidaknya ada dua penyair yang dianggap mahir dalam membuat sajak perlawanan. Pertama Widji, kedua Rendra. Dengan memilih tema Rendra, kami ingin mengajak hadirin untuk menyelami makna perlawanan dan esensi perlawanan dari mata Rendra,” tambah Pepi.

Malam Puisi juga jadi ajang bertemunya para penyair dan sastrawan Karawang, juga para pegiat teater Karawang. Kata dia,di acara ini akan dihadiri Kakek Hakimi, penyair Karawang usia 70 tahun yang tinggal di Cikampek, dia seorang mantan guru dan pelatih Pramuka.

Selain itu, akan hadir juga Hendrik Agustian, pelatih teater SMAN Cilamaya yang telah membawa anak didiknya jadi juara 1 lomba musikalisasi puisi se-Karawang. Juga Yadi Pitung, penata artistik yang sudah berpengalaman di dunia seni peran dan Paman Kwek-kwek, seorang pendongeng yang juga pegiat teater, termasuk Gus Muh, putra Karawang, peraih juara 1 lomba cerpen tingkat nasional. (pep)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -