Bundaran di Kertabumi Lambang Pertahanan Swasembada Pangan

KARAWANG, KarawangNews.com -  Bundaran air mancur dengan simbol tugu tangan menggenggam padi di Jln. Kertabumi memiliki filosofi khusus bagi Karawang sebagai daerah lumbung padi, bundaran yang telah menghabiskan anggaran APBD kabupaten Rp 700 juta ini akan menjadi ikon Karawang yang masih kuat mempertahankan daerah agraris.

Dijelaskan Perencanaan Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Karawang, Miftahudin, Senin (17/11/2014) di kantornya, tugu padi di atas bundaran air mancur itu pun punya filosofi sejarah kemerdekaan, yaitu 17 tangkai, 8 daun dan 45 butir padi. Sedangkan tangannya yang menggenggam padi itu mengisyaratkan pemerintah berupaya mempetahankan swasembada pangan.

Tugu padi setinggi 9 meter ini pun dihiasi ornamen berfilosofi, blumbak yang mengelilingi bundaran ini menandakan kota-kota di sekitar Kabupaten Karawang, kemudian di atasnya ada mozaik batuan alam mencirikan desa-desa dan kecamatan yang membentuk sebuah kabupaten, sedangkan tangannya melambangkan pemerintahan yang mempertahankan swasembada pangan. Kemudian, dari atasnya turun air sebagai pemberi kehidupan kepada daerah sekitar.

"Pembangunan bundaran air mancur ini merupakan hasil kajian kita, awalnya akan membuat padi yang berbentuk huruf Allah sebagai khas daerah yang religius, tetapi yang kita sepakati bentuknya tangan menggenggam padi," jelas Miftahudin.

Hingga saat ini, bundaran air mancur itu masih belum rampung sepenuhnya, bundaran itu masih dikelilingi pagar seng, karena masih tahap finishing, sehingga masyarakat belum bisa melihat bentuk utuh bundaran tugu padi tersebut. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -