Warga Datangi BPMPT, Pertanyakan 'Cut and Fill' PT SAMP

KARAWANG, KarawangNews.com - Puluhan warga perwakilan dari tiga desa, yakni Desa Wanasari, Margamulya dan Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang mendatangi Kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Karawang, Senin (6/10/2014). Mereka menanyakan perizinan terkait aktifitas PT Sumber Air Mas Pratama (PT SAMP).

Perwakilan warga itu didampingi kuasa hukumnya, yaitu Moris Moy Purba dan diterima Kepala Bidang Pengolahan Perizinan BPMT, Rosmalia Dewi. Dalam tuntutannya warga menanyakan ijin PT SAMP yang sudah melakukan penggalian di lahan sengketa tersebut.

"Kedatangan kami ingin meminta penjelasan kepada BPMPT terkait perizinan perusahaan tersebut. Kami menduga belum ada perizinan tetapi sudah melakukan 'cut and fill' atau pengurugan dan penggalian lahan," ungkap Moris.

Menanggapi hal ini, Rosmalia Dewi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum memproses perizinan apapun dari PT SAMP.

"Memang mereka mengaku mempunyai  izin lokasi, tetapi bukan kami yang mengeluarkan, entah dari mana saya tidak tahu," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, kata Rosmalia Dewi, PT SAMP telah melayangkan surat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, PT SAMP menyatakan akan mematuhi aturan daerah terkait perizinan. 

"Selama izin belum dikantongi, seharusnya ditempat tersebut tidak boleh ada aktivitas apapun. Apalgi belum ada jaminan ijinnya keluar. Saya sudah koordinasi dengan Dede Tasria dari Satpol PP agar semua kegiatan di lokasi itu dihentikan sementara," terangnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
14 Comments

+ komentar + 14 komentar

Anonim
8 Oktober 2014 16.38

aneh aneh berita apa ini? kemarin baru aja ada berita ini http://www.spiritkarawang.com/2014/10/pt-samp-aktifitas-di-lahan-sendiri.html
skrg kok kyk gini sih aneh sekali ya saya sebagai warga karawang jadi merasa heran

Anonim
8 Oktober 2014 16.40

warga jangan terprovokasi. Moris Moy Purba salah satu orang bayarannya sinarmas dan Amin Supriyadi. untuk memprovokasi masyarakat. itu informasi yang saya dapat

8 Oktober 2014 16.43

saya sebagai warga Karawang merasa prihatin dengan kondisi ini. masih aja ada warga kami yang mau diperalat. semua ini ulah Amin Supriyadi.

Anonim
8 Oktober 2014 16.47

kasihan ya warga karawang dibodohi sama mereka. padahal yang aku tahu PT SAMP melakukan aktivitasnya di tanah mereka sendiri, bukan tanah warga. hemmm

Anonim
8 Oktober 2014 16.53

Moris Moy Purba dibayar berapa buat ngebacot dan mrovokasi warga.

Anonim
9 Oktober 2014 00.59

Yang saya tahu PT. samp Hanya Beli Garapan dari Warga.. Bukan Beli Hak Milik,...

Anonim
9 Oktober 2014 09.15

warga Karawang mau aja ya diadu domba.

Anonim
9 Oktober 2014 13.56

menurut hemat saya selaku pemilik sah PT SAMP sah saja melakukan perbaikan atas tanahnya sendiri, dengan menggali atau mengurug. that's it.

Anonim
9 Oktober 2014 13.58

ijin dibutuhkan jika dilakukan pembangunan fisik atas lahan tersebut. ini hanya akal akalan pihak yang mengatasnamakan warga saja untuk menggagalkan pembangunan dilokasi.

Anonim
9 Oktober 2014 13.59

ORANG SYIRIK TANDA TAK MAMPU!!!!!!!

Anonim
9 Oktober 2014 14.02

bukan pada kapasitasnya warga mempermasalahkan tentang izin, toh sudah ada pihak berwenang yang mengurus itu.

Anonim
9 Oktober 2014 14.03

dukung pembangunan demi kemajuan karawang!!!

Anonim
9 Oktober 2014 14.05

semoga pihak terkait tidak terprovokasi oleh tindakan yang mengatasnamakan rakyat.

Anonim
9 Oktober 2014 14.09

BERHENTILAH PROVOKASII WARGA. TOH PERMASALAHAN SUDAH SELESAI & SUDAH TERANG BENDERANG. WOKAYYYY

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -