Karawang Jadi Contoh Nasional dalam Penilaian Kinerja Guru

BALI, KarawangNews.com – Dalam lokakarya regional tentang  Keberlanjutan dan Replikasi Program DESP-TF (Dutch Education Support Program Trust Fund)  di Hotel Ramada Bintang, Denpasar, Bali pada 22 - 23 Oktober 2014, Kabupaten Karawang dinyatakan salah satu pelopor penyelenggaraan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Indonesia.

Pada lokakarya yang dihadiri unsur dinas pendidikan se-Indonesia ini membahas soal pendidikan yang bukan hanya merupakan pilar terpenting dàlam upaya mencerdaskan bangsa, tetapi syarat mutlak meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya.

Sehingga, peningkatan kualitas guru dilaksanakan dengan menyelenggarakan program pembinaan profesi guru yang terdiri atas Uji Kompetensi Guru (UKG), PKG serta PKB.
Kabid Pengembangan Profesi Pendidik Dikdas dari Pusbangprodik Kemendikbud dan Tim Bank Dunia menyarankan, praktik-praktik yang baik serta hal-hal yang dapat dipetik dari penerapan PKG dan PKB di Kabupaten Karawang dapat dijadikan acuan oleh kabupaten/kota lain di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Drs. Agus Supriatman menyatakan, untuk mencapai keterjangkauan, kesetaraan, kualitas dan adanya jaminan serta kepastian layanan pendidikan, maka mulai tahun tahun 2014 Disdikpora Karawang telah memprioritaskan pengembangan profesi guru, ini tentunya banyak keterkaitan dengan manajemen dan mutu sekolah.

“Program ini telah dikemas menjadi Program Akselerasi Manajemen Mutu Sekolah (PAMMS) Kabupaten Karawang,” kata Agus.

Program ini terdiri atas sembilan komponen yang saling terkait, pertama yaitu melaksanakan PKG dan PKB,  kedua adalah penilaian kinerja kepala sekolah, ketiga penguatan pengawas dan penilik, keempat optimalisasi KKG SD dan MGMP SMP, SMA dan SMK, kemudian yang kelima yakni penguatan KKKS SD dan MKKS SMP, SMA dan SMK dalam upaya peningkatan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

Keenam adalah melaksanakan penelitian dengan perguruan tinggi terkait tunjangan profesi terhadap peningkatan kinerja guru, ketujuh terus melakukan pendampingan kurtilas, kedelapan yaitu meluncurkan Bantuan Operasional Perawatan Fasilitas (BOPF) dan kesembilan yaitu tata kelola pendidikan bukan hanya memikirkan proses dan output lulusan saja, tetapi perlu mempertimbangkan input dan output siswa  yang berkualitas tinggi.

“Sehingga sudah dua tahun ini Disdikpora Karawang telah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online,” jelasnya.

Kata Agus, dasar-dasar pemikiran dan kerangka acuan kebijakan tentang pengembangan profesi guru di Karawang  yang dibahas dalam lokakarya tingkat nasional ini adalah Permenpan No. 16 th 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Selain itu, komitmen Kabupaten Karawang dalam pengembangan profesi guru melalui diterbitkannya menerbitkan Peraturan Bupati Karawang No. 49 Tahun 2013
 tentang pengembangan dan pembinaan kemampuan profesional pendidik dan tenaga kependidikan, di dalamnya telah diatur terkait Kerangka Implementasi PKG dan PKB.

“Komitmen inilah yang menjadikan Karawang sebuah kabupaten percontohan. Kebijakan-kebijakan tersebut sudah dilaksanakan dan hasilnya telah dirangkum dalam data profil guru untuk dijadikan bahan perencanaan kegiatan PKB,” jelas Agus.

Selain itu, hasil penerapan kebijakan ini sudah  dijadikan bahan Dupak oleh BKD Kabupaten Karawang untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam Penetapan Angka Kredit (PAK) guru.

Angka kredit kumulatif yang harus dimilki guru dalam proses promosi kenaikan jabatan atau pangkatnya dihitung berdasarkan hasil penilaian terhadap beberapa unsur utama dan penunjang sesuai dengan tugas dan beban kerja guru.

Unsur utama yaitu mencakup pendidikan, pembelajaran atau bimbingan, tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah dan madrasah serta pengembangan keprofesian berkelanjutan.

PKG ini merupakan penilaian dari  tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatanya, dengan tujuan guru dapat melaksanakan  pekerjaan secara  profesional dan menjamin layanan pendidikan yang diberikan oleh guru benar-benar berkualitas.

“Dan penilaian ini telah dilaksanakan oleh seluruh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah atau guru senior yang kompeten yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Penilaian ini dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu penilai formatif pada awal tahun dan penilaian sumatif pada akhir tahun pembelajaran,” ungkapnya.

Tahapan PKG di Kabupaten Karawang telah dilaksanakan akhir Januari 2014, tahapan PKG dan PKB telah diawali dengan melaksanakan sosialisasi.  Kemudian pada Maret 2014, setelah ada pendampingan Pusbangprodik yang didukung oleh Bank Dunia, maka dibentuklah tim teknis PKG-PKB dan Tim PAK tingkat kabupaten. Ini diikuti dengan penerbitan SK Tim PKG-PKB di tingkat sekolah.

Setelah itu, pada April 2014 serempak dimulai pelaksanaan PKG dalam kegiatan sumatif dan hasilnya dijadikan bahan usulan untuk kelengkapan Dupak yang disampaiakan ke BKD sekitar pada bulan Juli 2014.

Penetapan PAK ini juga dipengaruhi oleh UKG sebagai salah satu elemen pembinaan profesi guru. Sedangkan jumlah peserta berdasarkan recana awal yang akan dinilai sebanyak 9.000 guru, tapi kenyataannya hanya 7.000 guru yang memenuhi syarat dan telah berhasil mengikuti UKG.

“Dan saat ini yang sudah diolah sebanyak 2.765 orang dan sebanyak 1.935 guru sudah dalam proses sidang penetapan angka kredit. Proses PKG di Karawang telah berjalan sesuai dengan rencana dan hasilnya berupa data pengamatan dan dijadikan profil individu dalam penyusunan program PKB di sekolah,” kata dia.

Pengawas SMA Kabupaten Karawang, Nedi Rohendi menyatakan, hasil PKG ini sudah dirasakan manfaatnya dan dapat mendorong sebagai motivasi guru dalam meningkatkan proses pembelajaran.

Sehingga, guru dituntut membuat perangkat pembelajaran, diantaranya RPP dan  program tahunan, juga guru akan lebih berupaya menguasai materi dan melakukan pembelajaran berbasisTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Setelah hasil penilaian PKG dari semua sekolah masuk dan dikaji,  kata Nedi, maka dilanjutkan untuk dijadikan bahan penyusunan PAK tahunan dan penetapan angka kredit oleh Tim PAK di BKD Karawang,” paparnya.

Masih kata Agus, Disdikpora Kabupaten Karawang akan memperkuat proses pendampingan dalam PKG serta mengkoordinasikan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Bagi guru-guru yang lemah dalam kompetensinya, maka wajib mengembangkan  atau menguatkan kompetensinya mengikuti kegiatan PKB. Sedangkan bagi guru-guru yang telah memenuhi kriteria baik kompetensinya, tetap diwajibkan mengikuti PKB melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Untuk itu, akan dilakukan melalui diklat  secara bertahap, berjenjang dan bergilir melalui kegiatan PKB di KKG SD dan MGMP SMP, SMA dan SMK. Sekolah juga dapat melaksanakan In-House Training (IHT).

Rencananya, tahun 2015 terkait pengembangan profesi guru akan diawali lagi melalui kegiatan workshop dan  rapat-rapat koordinasi antara tim teknis PKG-PKB kabupaten dengan Tim PAK kabupaten. Kabupaten Karawang juga akan terus melaksanakan PKG ini, rencanannya dua kali dalam satu tahun.

Kegiatan tersebut akan dimonitor dan dievaluasi  oleh Tim Teknis PKG-PKB kabupaten dan kecamatan. Sedangkan untuk biaya PKG-PKB di tingkat sekolah sudah dibebankan pada BOPF Dikdasmen-PNFI.

Untuk mendukung pelaksanaan PKB, direncanakan diklat-diklat pengembangan diri dan publikasi ilmiah, serta karya inovatif termasuk melakukan kerjasa sama dengan LPMP Jawa Barat.

Pengembangan keprofesian guru ini mencakup tiga kegiatan, pertama pengembangan diri, kedua publikasi ilmiah dan ketiga karya inovatif.
Tujuan utama dari PKB yaitu untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Sedangkan tujuan khusus PKB ini adalah memfasilitasi guru untuk mencapai standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan, memfasilitasi guru untuk terus meningkatkan kompetensi untuk menjawab  tuntutan ke depan berkaitan dengan porofesinya, memotivasi guru-guru untuk tetap memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan funsinya sebagai tenaga professional dan mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan kebanggaan kepada penyandang profesi guru.

Diharapkan PKB ini dilakukan dalam upaya mewujudkan guru yang profesional bermatabat dan sejahtera, sehingga guru dapat berpartisipasi aktif untuk membentuk insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi perkerti luhur dan berkepribadian yang utuh.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Karawang, Ati Sugiarti menyatakan, beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanan PKG di Karawang  diantaranya kaitan dengan Penjadwalan PKG sering bersamaan dengan kegiatan lain di sekolah,  sehingga solusinya agar tidak bersamaan waktunya, maka  penjadwalan dapat diatur secara tentatif dalam rentang waktu tertentu yang telah disepakati oleh penilai dan guru.

Selain itu, masih ada beberapa kepala sekolah  dan guru senior yang bertugas  sebagai penilai yang masih belum menguasai indikator yang tercantum dalam instrumen serta belum memahami beberapa pernyataan kompetensi. Sehingga solusinya tim teknis kabupaten dapat berperan menjadi narasumber PKG dan sekaligus memberikan bimbingan serta pembinaan kepada kepala sekolah binaan.

“Sedangkan  guru  atau seluruh pengawas setiap satuan pendidikan menjadi tim teknis di masing-masing sekolah binaan,” kata Ati.

Kemudian, sambung Ati, masih ditemukan penilaian yang kurang objektif yang, karena penilaian sama-sama dilakukan oleh guru sesama rekan kerja. Solusi yang disarankan adalah, penilaian dapat dilakukan oleh guru senior secara silang antar sekolah.

Lalu, dari hasil PKG masih ditemukan adanya beberapa guru yang belum secara utuh melakukan PAIKEM dan belum semua guru menggunakan alat bantu ajar.  Selain itu masih ditemukan guru yang masih lemah dalam mengembangkan materi ajar serta  ada juga guru yang belum paham indikator dalam kompetensi yang ada pada instrumen PKG. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -