GMNI Tuntut Legislatif Desak Eksekutif Bikin Perbup Cagar Budaya

KARAWANG, KarawangNews.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Karawang mendesak legislatif mendesak eksekutif agar mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) pelestarian cagar budaya. GMNI mendatangi DPRD Karawang untuk menyampaikan tuntutan tersebut, Rabu (22/10/2014) siang.

Dijelaskan Ketua GMNI Karawang, Dian Suryana, legislatif harus menggunakan hak-hak istimewanya mengingatkan eksekutif, diantaranya hak interplasi, untuk menanyakan keseriusan eksekutif merawat objek cagar budaya yang ada di Karawang.

Selama ini, aset-aset sejarah terancam jika tidak terlindungi oleh sebuah regulasi yang jelas. Terlebih lagi, Perda cagar budaya yang lahir sejak tahun 2012, hingga saat ini tak ada Perbupnya.

GMNI khawatir jika belum ada Perbup, akan mengikis nilai-nilai sejarah yang ada di Karawang. Maka, perlu aturan maupun regulasi untuk melindungi itu semua. Sebab, dengan regulasi itu bukan hanya aset sejarah akan terawat, juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari menegaskan, pihaknya akan mendesak pihak eksekutif untuk segera melengkapi Perda cagar budaya dengan Perbup, sesuai tuntutan yang disampaikan tersebut.

“Kebetulan hari ini juga kami ada rapat di Banleg bersama pihak eksekutif, hal ini akan kami sampaikan agar segera bisa dilaksanakan,” tegas politisi yang akrab disapa H. Jazs ini.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong pengalokasian dana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2015, untuk membeli beberapa situs warisan sejarah yang kini masih dimiliki oleh perseorangan. Sehingga pengelolaan dan perawatan bisa berjalan maksimal. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -