Deden Darmansah Galau Menunggu Rieke Jadi Menteri

KARAWANG, KarawangNews.com - Beberapa hari ini, penentuan Kabinet Jokowi-JK membuat mantan anggota DPRD Jawa Barat, Deden Darmansah harap-harap cemas. Sebab, Deden berharap Rieke Diah Pitaloka yang kini duduk di DPR RI bisa diangkat jadi menteri, supaya Deden bisa menggantikan posisi Rieke di DPR RI.

Rabu (22/10/2014) malam, Deden mengadakan syukuran atas pelantikan Jokowi-JK di Cikampek, syukuran ini sebagai bentuk kegembiraan setelah dia bersama kader dan simpatisannya berjuang memenangkan Jokowi-JK di Pilpres kemarin.

Di tengah acara syukuran itu, hati Deden galau, kegalauan ini semakin memuncak ketika Rabu malam itu Jokowi membatalkan pengumuman kabinetnya di Tanjung Priok Jakarta.

"Jujur, saya galau, Rieke pun lebih galau dibanding saya, tetapi saya tetap optimis Rieke diangkat Jokowi jadi menteri," jelasnya.

Kata dia, sesuai undang-undang, jika Rieke jadi menteri, maka dia menggantikan posisi Rieke di DPR RI. Bahkan, Deden sudah bicara empat mata dengan Rieke, akan menggelar syukuran lagi jika Rieke jadi menteri.

Diketahui, hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu, Rieke duduk di urutan pertama, kedua Tono, ketiga Daniel dan keempat Deden. Namun, Tono meninggal dunia malam takbiran Idul Fitri lalu, posisi Tono kemudian diganti Daniel. Sedangkan Deden hanya bisa menunggu Rieke jadi menteri supaya bisa duduk di DPR RI.

"Rieke adalah sahabat saya, dia wakil rakyat yang cukup respon dan sangat peka terhadap ketenagakerjaan," kata Deden.

Diceritakannya, tidak sedikit Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diperjuangkan agar bisa kembali ke tanah air.

"Ada warga mantan TKI dari Rawamerta, datang ke rumah saya memberi beras sebagai rasa syukur, dia mengira saya sudah duduk di DPR RI," jelasnya tertawa. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -