Buntut Ngomong ‘Goblok’ PNS Didemo

KARAWANG, KarawangNews.com – Buntut ulah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang yang tidak jaga lidah, puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Karawang berunjuk rasa menemui Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana, Selasa (14/10/2014) siang. Mereka menuntut agar oknum PNS itu ditindak, karena telah melontarkan cacian kepada pengurus HMI di kantor Kesbangpol itu kemarin.

Kepada HMI, Cellica berjanji akan memanggil dan member sanksi kepada oknum PNS bernama YF tersebut. Diakui Cellica, secara moral cacian tersebut salah, maka YF harus meminta maaf kepada orang yang dia caci.

“Apa yang menjadi tuntutan, akan kami laksanakan, saya akan panggil pihak Kesbangpol untuk meminta penjelasan soal ucapan yang dilontarkan terhadap kader HMI ini,” kata Cellica, saat menerima massa HMI di ruang rapat bupati, Lantai II, Pemda Karawang.

Tuntutan ini berawal, ketika Ketua HMI Karawang, Heru Slana Muslim bersama anggotanya Fahrudin mengembalikan kasur dan perabotan yang pernah dipinjam HMI, tetapi mereka berdua malah cicaci YF dengan kata ‘goblok’ di depan pegawai lainnya. Sehingga, HMI merasa tersinggung dan meminta Cellica menegur termasuk memberi sanksi PNS tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala BKD Karawang, Haryanto menyatakan, YF akan diperiksa inspektorat, untuk mengetahui laporan HMI ini. Jika benar, maka YF dipastikan kena spidol merah dan akan dimutasikan.

Sebelum berunjuk rasa ke wakil bupati, HMI sempat mendemo kantor Kesbangpol, tetapi yang bersangkutan disebut-sebut sedang dinas luar, begitu pun dengan Kepala Kesbangpol, Sujana, yang sedang dinas luar. Dalam orasinya, massa HMI meminta supaya PNS bisa mengayomi masyarakat dan menjaga lidah. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -